Keluar Fatwa “Haram”,Orang Tua Siswa Dipagaram Minta Sekolah Tunda Vaksinasi MR

PAGARALAM ONLINE – Disaat Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan tengah gencar-gencarnya mensosialisasikan program nasional vaksinasi Campak dan Rubella (vaksin MR) bagi anak usia 12 tahun kebawah melalui televisi.Beredar informasi Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa Haram terhadap vaksin tersebut.

Dilansir dari laman DetikNews.com dan Tempo.Co, MUI telah menggelar rapat teknis pada 20 Agustus kemarin sekaligus jumpa pers mengenai penggunaan vaksin ini yang berdasarkan kajian serta penelitian yang melibatkan pihak yang berkompeten tentang produk vaksin asal India ini,MUI mendapati bahwa vaksin ini mengandung dua unsur yang haram utamanya bagi umat muslim di Indonesia.

Dua unsur didalam vaksin MR yang haram menurut penelitian MUI serta tenaga ahli adalah didapatinya kandungan dari hewan babi dan jaringan tubuh manusia sehinga berdasarkan temuan itu MUI mengeluarkan Fatwa Haram Nomor 33 tahun 2018 tentang produk vaksin tersebut.

Sementara salah seorang orang tua siswa Sekolah Negeri 07 Model Pagaralam memintah pihak sekolah menunda untuk sementara program vaksinasi bagi para pelajar sembari menunggu ada vaksin MR baru yang berlebel Halal serta aman untuk digunakan utamanya bagi anak-anak.

“Saya dengar Agustus ini akan dimulai program vaksin MR ini,namun saya minta pihak sekolah untuk menunda dulu sampai ada vaksin baru yang halal dari pemerintah,”ujar Sari orang tua Azriel siswa SDN 07 kepada Pagaralam Online (21/08)

Related posts

Leave a Comment