Kejuaraan Dunia Motocross MXGP Jadi Agenda Permanen di Sumsel.

Palembang – Gubernur Sumsel Herman Deru memastikan kejuaraan dunia motocross MXGP yang digelar di Jakabaring Sumsel 7 Juli 2019 mendatang menjadi agenda permanen di Bumi Sriwijaya. Hal itu dikatakannya saat memimpin rapat koordinasi penyelenggaraan kejuaraan dunia Motocross MXGP tahun 2019, di Griya Agung Sabtu (1/12).

Selain gubernur, rapat tersebut dihadiri perwakilan dari sejumlah BUMN dan BUMD seperti PT.Pusri, PTBA, Bank Sumsel Babel (BSB), PT. Telkom, Jasaraharja, kemudian Kepala Dispora Sumsel, Kepala Dinas PUPR serta sejumlah staf khusus.

Dikatakan HD, meski masih 8 bulan lagi digelar namun persiapan penyelenggaraan harus dilakukan semua pihak dengan matang. Baik persiapan pelaksanaan maupun pra kejuaraan. Ia mengaku sangat ingin ini terlaksana karena para gubernur pendahulu juga pasti senang mulai dari zaman Gubernur Sumsel Rosihan Arsyad, Syahrial Oesman, Alex Noerdin. Karena itu pula HD ingin MXGP ini digelar di Jakabaring.

“Pasca Asian Games tentu dunia luar, masyarakat di luar Sumsel bertanya apa yang akan kita lakukan di JSC. Saya ingin MXGP ini menjadi agenda permanen. Start awal saja yang mahal, tapi dengan bantuan semua pihak, ini harus jadi. Kita gelar di Jakabaring biar terintegrasi dengan venue yang sudah ada ,” tegas HD.

Menurut HD jika nanti kejuaraan ini digelar secara tidak langsung masyarakat dan pelaku ekonomi Sumsel akan merasakan dampak positifnya. Seperti maskapai, hotel, penginapan dan restoran.

” Kalau kita berhasil menggelar ini, crosser akan datang, penggemar motocross juga datang. Ini akan berdampak positif dan meningkatkan nama baik Sumsel juga,” jelasnya.

Menurut HD bicara soal MXGP ini merupakan keinginan semua orang termasuk siapapun gubernurnya. Karena event olahraga otomotif seperti ini sangat praktis untuk mempromosikan Sumsel di kancah nasional maupun internasional. Terlebih sejak PON digelar 2004 digelar kemudian SEA Games 2011 hingga Asian Games 2018 Sumsel mampu menjadi menyelenggara yang baik.

“Kita dituntut menjaga kestabilan ini. Bukan hanya pemerintah saja tapi Sumsel dan isinya termasuk semua lembaga yang bergerak di Sumsel,” terangnya.

MXGP ini diyakininya pasti sudah sangat dinantikan penggemar otomotif. Terlebih bagi pabrikan motor, agenda ini tentu akan menjadi moment untuk mempromosikan produk dan crosser mereka.

“Di Babel tahun lalu ada sekitar 30-an negara yang ikut. Di Sumsel juga tidak akan jauh beda Kalau soal dana gambaran kasarnya sekitar Rp20-25 miliar. Mudah-mudahan kita bisa dengan partisipasi semua pihak ” ujarnya.

Sesuai lahan yang tersedia, track MXGP ini jelas HD akan dibangun di atas lahan yang akan digunakan untuk Politekni Pariwisata dan Politeknik Olahraga Indonesia (POI). ” Tapi saya minta ini harus terkelola dengan transparan. Dengan mengucap Bismillah ini kita jadikan,” ujarnya.

Sementara itu Staf Khusus Gubernur Bidang Olahraga Irwansyah menjelaskan bahwa untuk penyelenggaraan kejuaraan dunia ini, dibutuhkan lahan sedikitnya 20 hektare.

“Saat ini kiya menunggu arahan gubernur untuk floating area. Sebelumnya sudah ada pembicaraan awal dengan Kadispora bahwa kejuaaran motocross dunia imi memang ingin dihadirkan pak gubernur setiap tahun di Sumsel. IMI pusat sangat mendukung event ini hadir terus di Sumsel,” tambahnya.

Dikatakan Irwansyah kejuaraan ini merupakan rintisan yang sudah mereka lakukan tahun 2015 silam di Sirkuit Lanud Talang Betutu. Sebelumnya kejuaraan ini sudah dua kali digelar di Bangka Belitung.

“Sebenarnya tahun 2017 Sumsel juga siap menggelar ini selain Babel, tapi kemarin fokusnya masih ke Asian Games,” jelasnya.

Related posts

Leave a Comment