HEADLINENASIONALPESONA PAGARALAMUncategorized

Kayu panjang umur hampir habis, Gunung Dempo dijaga ketat

PAGARALAM ONLINE- DinasKehutanan dan Perkebunan (Dishutbun ) Kota Pagaralam menempatkan sebanyak 30 personil polisi hutan (polhut) di sejumlah pintu masuk menuju puncak Gunung Dempo . Penempatan 30 polhut tersebut untuk mengawasi dan mengantisipasi maraknya pengambilan pohon kayu panjang umur atau cantingi (Vaccinium parvifolium)  oleh para pendaki yang menyebabkan populasi  tumbuhan endemik Gunung Dempo ini makin sedikit jumlahnya. Bila tidak segera diantisipasi, tanaman khas ini terancam punah.
Kepala Dishutbun Kota Pagaralam, Jumaldi Jani mengatakan, pohon kayu panjang umur hanya hidup dipuncak Gunung Dempo.  Penyebaran tanaman ini sangat sedikit dan terbatas. Sehingga bila tidak diantisipasi  dikhawtirkan akan punah.
“Saat ini jumlah pohon kayu panjang umur makin sedikit. Bagaimana tidak, jika satu pendaki menebang pohon ini, berapa banyak pohon kayu panjang umur yang habis karena pendaki nakal dan jahil cukup banyak naik ke Puncak Dempo,” tegas Jumal kepada Pagaralam Online, Senin (24/10)
Untuk menjaga kelestarian pohon kayu panjang umur ini, kata Jumal, pihaknya telah  menugaskan 30 polisi hutan. Dalam satu hari, ada 6 personil polhut yang berjaga di pintu masuk Gunung Dempo, yaitu di Kampung Empat maupun dekat patung Rimau. Jika ada yang mengambil pohon kayu panjang umur, maka akan diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang ada.
“Kami akan memberikan tindakan tegas kepada para pendaki yang memangkas pohon kayu panjang umur ini. Jika tidak demikian, dalam setahun kayu panjang umur akan habis,” tandasnya
Sementara itu, Walikota Pagaralam dr Hj Ida Fitriati Basjuni menuturkan, saat ini kerusakan hutan di Kota Pagaralam lebih disebabkan campur tangan manusia, baik itu disengaja maupun tidak disengaja. Untuk itulah, pihaknya mengajak semua pihak untuk menjaga kondisi hutan karena kelestarian hutan dapat menjaga kondisi lingkungan.
“Hutan menyediakan air bagi kita, juga dapat menyediakan oksigen. Jadi, mari menjaga hutan agar kondisi lingkungan terjaga. Apalagi, dengan hutan masih terjaga bencana alam seperti longsor, banjir bandang dan lainnya dapat dihindarkan,” papar Ida
Menurut Ida, hutan Gunung Dempo sangat vital fungsinya bagi masyarakat Kota Pagaralam. Mengingat hutan Gunung Dempo merupakan daerah serapan air. Jadi, mulai saat ini harus menjaga hutan dan harus mau menanam pohon dilingkungan masing-masing.
“Pohon kayu panjang umur sangat sulit tumbuh besar. Apalagi, pohon jenis ini tidak bisa tumbuh kecuali dipuncak Dempo. Jadi, tidak mudah untuk membibitkan pohon . Kami mintakepada para pendaki dapat menjaga alam dengan tidak menebang dan mengambilnya. Mari kita lestarikan dan jaga alam sebaik-baiknya,” harap Ida.
Pakar Biologi Unsri, DR. Indra Yustian mengatakan, bila memang belum ada undang-undang yang mengatur tentang perlindungan terhadap tanaman kayu panjang umur, sebaiknya Pemkot Pagaralam menerbitkan peraturan daerah (perda) yang dapat mengantisipasi kerusakan hutan tanaman kayu panjang umur yang semakin mengkhawatirkan tersebut.
” Perda itu dapat menjadi acuan bagi siapapun. Sehingga harus dirumuskan secara komprehensif, termasuk sanksi-sanksinya bila ada yang melanggar,” ujarnya kepada Pagaralam Online.
Beberapa bulan lalu, anggota Forum Pecinta Alam (Forpa) Besemah Kota Pagaralam berhasil menyita dan mengamankan 4 karung besar berisi tanaman kayu panjang umur seberat 10 kg . Sitaan tersebut dikumpulkn dalam kurun waktu 23 Desember 2015 hingga 30 Januari 2016,
Sekjen Forpa Besemah, Arindi SE menyatakan, perambahan kayu panjang umur sungguh sangat miris dan memprihatinkan karena populasi pohon endemik ini sekarang keberadaannya sudah sangat jauh berkurang. Belum lagi ditambah kebakaran hutan lindung di kawasan puncak Gunung Dempo beberapa waktu lalu, tentu menambah berkurangnya pohon ini.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close