Kawasan Ini Jadi Zona Merah Peredaran Dan Penyalahgunaan Narkoba Di Pagaralam

PAGARALAM ONLINE – Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) terdapat satu kelurahan dikota Pagaralam yang masuk dalam kategori zona merah penyalagunaan dan peredaran narkoba khususnya jenis Sabu.
BNN yang merupakan lembaga pemerintah yang mengkhususkan diri pada pencegahan dan penanggulangan narkoba menyoroti maraknya penangkapan para pelaku penyalagunaan maupun pengedar narkoba berbagai jenis yang dilakukan terutama oleh pihak kepolisian kota Pagaralam yang sebagian besar berdomisili dikawasan Kelurahan Tebat Giri Indah Kecamatan Pagaralam Selatan.
Terungkapnya kawasan kelurahan Tebat Giri Indah sebagai kawasan zona merah narkoba oleh pihak BNN ini lantaran berdasarkan data yang mereka (BNN_red) peroleh bahwa kawasan ini paling tinggi tingkat penyalagunaan maupun peredaran narkoba sekota Pagaralam.
“Wilayah kota Pagaralam ada satu kawasan yang berdasarkan survey yang kami lakukan dicatat sebagai zona merah darurat narkoba yakni kelurahan Tebat Giri Indah dimana kawasan ini menjadi perhatian khusus kami dan akan diawasi dengan ketat mulai dari Tebat Baru Ulu hingga Tebat Baru Ilir bekerjasama dengan pihak terkait lainnya,” ungkap kepala BNN kota Pagaralam, Andi Kurniawan saat workshop P4GN BNN Kota Pagaralam, di Aula Hotel Favour, Rabu (17/10).
Dikatakan Andi, ‎dengan kondisi ini dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan mengadakan kerjasama dengan pihak Pemkot Pagaralam ,media, lembaga pendidikan serta pihak swasta juga utamanya dengan masyarakat untuk membentuk relawan anti narkoba Kota Pagaralam setidaknya sebagai pemberi informasi soal tindak peredaran maupun penyalagunaan narkoba supaya persoalan ini bisa segera tertangani.
“Kami juga memperoleh informasi bahwa saat ini para pelaku baik pengguna maupun pengedar sudah menyasar anak usia sekolah bahkan ada informasi ada siswa SMP yang patungan untuk membeli narkoba,dan untuk itu kami perlu dukungan semua pihak agar kota Pagaralam bersih dari peredaran maupun penyalahgunaan narkoba utamanya kawasan yang kami soroti saat ini yakni kawasan kelurahan Tebat Giri Utama dan sekitarnya,”tegasnya
Disampaikan Andi Kurniawan,berdasarkan survey BNN dan Universitas Indonesia pada tahun 2017 di 34 Provinsi jumlah penyalahgunaan narkoba di Indonesia sebesar 3,3 juta, mati karena over dosis 30 pengguna perhari. Untuk pencandu ganja 44,7%, narkoba baru 44%, pernah dipenjara 65%, 25% pernah ditangkap, 20% pecandu adalah kurir, 25% pernah terlibat kejahatan dan 29% pernah kecelakaan,” bebernya (17/10)

Related posts

Leave a Comment