Kapolres Pagaralam:”Dari Bukti Rekening Korban Serta Rekaman CCTV,Tersangka Tika Memang Sengaja Kuras Tabungan Ponia”.

PAGARALAM ONLINE : Dalam press release ungkap kasus pembunuhan sadis yang menimpa sepasang ibu dan anak warga kampung Gunung Gendang beberapa waktu lalu. Kapolres Pagaralam AKBP Tri Saksono Puspo Aji Sik MH mengungkapkan beberapa bukti yang cukup mengejutkan.

Di depan awak media AKBP Tri menjelaskan bahwa berdasarkan pengakuan para tersangka maupun bukti yang di kumpulkan oleh pihaknya di dapat fakta bahwa tersangka utama yakni Tika Herli warga jalan Mangga Perumnas Nendagung Pagaralam Selatan dengan sengaja menguras harta berupa tabungan milik korban almarhum Ponia sebelum menghabisi nyawa almarhuma beserta anaknya yang masih berumur 13 tahun.

Bukti yang Kapolres maksud adalah cetakan penarikan tabungan milik korban oleh pelaku Tika di salah satu bank juga rekaman CCTV dimana pelaku melakukan penarikan tunai.

“Korban dan pelaku memang telah saling mengenal dan pelaku mengetahui jika korban ini buta huruf sehingga kondisi ini sengaja di manfaatkan pelaku dengan cara merayu korban untuk menyimpan uangnya di bank dan karena mungkin juga korban tidak menyadari bahwa itu adalah modus pelaku untuk menguras hartanya sehingga memudahkan pelaku untuk menguras tabungan korban karena kartu ATM maupun PINnya itu di pegang oleh pelaku,”jelas AKBP Tri.

Lanjut AKBP Tri,lantaran aksinya kemudian di ketahui oleh korban dan korban kemudian meminta uangnya di kembalikan maka di duga terjadilah cekcok mulut yang berakhir pada pembunuhan sadis tersebut.

“Setelah membuatkan rekening tabungan itu,baik kartu ATM maupun PIN nya itu di pegang oleh pelaku Tika dan tanpa di ketahui oleh korban tabungan tersebut sengaja di kuras oleh pelaku hal ini dapat di buktikan dengan bukti penarikan tunai bank maupun tranfer ke rekening pelaku serta rekaman cctv di bank tersebut dan hal ini kami duga sebagai penyebab utama terjadinya pembunuhan ini dimana korban yang mengetahui uangnya di kuras pelaku kemudian menagih uangnya tersebut sehingga membuat pelaku gelap mata di bantu rekan-rekannya untuk menghabisi nyawa korban bersama anaknya,”beber AKBP Tri kepada awak media sembari menjelaskan bahwa para pelaku menguras habis isi tabungan korban Ponia sebesar 80 juta rupiah.

Dikatakan AKBP Tri untuk melancarkan aksi kejinya,Tika kemudian menghubungi Riko dan Jefri serta memberikan imbalan uang sebesar 5 juta sebagai jasa membantunya menghabisi nyawa korban.Setelah bertemu dengan korban Ponia yang saat itu membawa serta anaknya Selvi,lalu para pelaku membawa mereka menggunakan sebuah mobil sewaan ke arah luar kota dan tepat di kawasan liku Lematang terjadilah pembunuhan tersebut oleh para pelaku dengan cara di pukul dan di cekik serta mayatnya mereka buang ke aliran sungai Lematang saat melintas di atas jembatan Endikat.

“Karena korban terus menagih uangnya dan pelaku tak bisa mengembalikan kami duga pelaku Tika mengambil jalan pintas dengan cara menghabisi korban di bantu tersangka Riko dan Jefri dengan imbalan uang 5 juta rupiah dan mereka menghabisi nyawa korban Ponia dan Selvi di kawasan Lematang dan mayatnya mereka buang ke sungai Lematang dari atas jembatan Endikat,dimana setelah melakukan pembunuhan ini para pelaku kemudian berencana melarikan diri dengan mendaftar menjadi TKI keluar negeri” ungkap AKBP Tri sembari mengatakan bahwa para pelaku ini di tangkap di sebuah penampungan TKI di kawasan kota Jakarta.

Atas kejahatan yang mereka lakukan,para pelaku terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.

“Ini adalah pembunuhan berencana dan ganjarannya adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup,”tegas AKBP Tri Saksono Puspo Aji Sik MH (03/01).

 

Related posts

Leave a Comment