Janji Politik 1 Miliar 1 Kelurahan Diprediksi Gagal Terealisasi,Lalu Apa Gantinya?

PAGARALAM ONLINE – Program 1 Miliar 1 Kelurahan yang di janjikan oleh pasangan walikota/wakil walikota Alpian Maskoni-M Fadli yang mulai di dengungkan sejak awal proses Pilkada Pagaralam lalu di prediksi bakal gagal terealisasi.

Sebagaimana diketahui pada APBD 2019,pasangan walikota/wakil walikota menganggarkan belanja hibah Rp 10 Miliar yang rencananya akan di salurkan ke kelurahan-kelurahan sebagai bantuan modal usaha bagi warga.

Sementara itu pemerintah pusat pada Oktober 2018 lalu,presiden Jokowi telah menganggarkan di APBN 2019 Program Dana Kelurahan bagi Kabupaten/Kota seIndonesia yang di salurkan melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Tambahan yang petunjuk pelaksanaannya tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 130 Tahun 2018 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 187/PMK-07/2018 pada Desember 2018 lalu.

“Dan mulai tahun depan, perlu saya sampaikan, terutama untuk kota, akan ada yang namanya anggaran kelurahan. Banyak keluhan, Pak ada dana desa, kok enggak ada dana untuk kota. Ya sudah tahun depan dapat,” ujar Presiden saat menghadiri Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XX dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa/Kelurahan (PINDesKel) Tahun 2018, Jumat (19/10).(sumber https://setkab.go.id)

Di dengungkan mulai sejak proses kampanye,debat hingga pelantikan walikota/wakil walikota terpilih,banyak kelompok warga yang mendengar soal program bantuan 1 Miliar 1 Kelurahan ini sehingga tak sedikit pula dari mereka yang mulai mempersiapkan persyaratan guna mendapatkan program ini yang kabar sebelumnya akan di salurkan melalui koperasi namun terkendala peraturan maupun payung hukumnya.

Mendapati belum ada kejelasan soal program ini (1 Miliar 1 Kelurahan_red),kini warga banyak yang mengaku kecewa lantaran janji politik walikota/dan wakil walikota Pagaralam yang di tunggu hingga kini belum ada kelanjutannya dan di isukan batal terlaksana.

“Padahal sudah berharap banyak pak wako/wawako menyalurkan program itu,”keluh Sumarni (54) salah seorang pedagang makanan tradosional di pasar Dempo Permai kepada Pagaralam Online (30/06)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.