HEADLINEKRIMINALNASIONALPEMERINTAHANSEPUTAR BESEMAH

Inilah nasib 3 masjid di Pagaralam yang dikorupsi

PAGARALAM — Memprihatinkan dan menyedihkan. Itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi empat masjid di Pagaralam yang dana pembangunannya dikorupsi.  Rumah ibadah yang seharusnya sudah dapat digunakan, saat ini kondisinya terbengkalai. Bahkan, beberapa bagian bangunan masjid yang belum selesai itu, sudah mengalami kerusakan.  Padahal, tidak kurang dari Rp 5 miliar dana APBD sudah digelontorkan untuk membangun masjid tersebut

Pantauan Pagaralam Online, pembangunan masjid yang terbengkalai tersebut berada di tiga lokasi, yaitu  di kawasan Lapangan Alun-alun Selatan, Kelurahan Nendagung, Kecamatan Pagaralam Selatan, Masjid di Simpang Padang Karet, Kelurahan Besemah Serasan, Kecamatan Pagaralam Selatan, dan masjid di Simpang Tanjung Cermin, Kelurahan Pagar Wangi, Kecamatan Dempo Utara.

Cepatnya kerusakan bangunan masjid yang terbengkalai ini, lantaran memang sejak awal pembangunannya tidak sesuai spek. Bahan-bahan yang digunakan, kualitasnya rendah, jauh dibawah kualitas yang ditetapkan dalam Rancangan Anggaran Biaya Bangunan masjid di Alun-Alun Selatan misalnya. Kondisinya sangat memprihatinkan. Kerusakan di sana-sini, mulai dari dinding dan lantai. Bangunan juga tampak semrawut dan terlihat sisa-sisa bahan bangunan yang berserakan di sana-sini. Pemandangan serupa tampak di masjid yang terletak di Simpang Dusun Tanjung Cermin.

Baca Juga  Intensitas Hujan Tinggi,Gabah Petani Pagaralam Banyak Berkecambah

Yahya (56) warga di sekitar masjid mengatakan, sampai saat ini belum ada tanda-tanda masjid tersebut akan dibangun kembali. Padahal, warga setempat sudah sejak lama mengharapkan masjid tersebut dapat dilanjutkan pembangunannya sehingga dapat dipergunakan oleh warga untuk beribadah

“Kami tidak tahu kenapa bangunan masjid ini belum dilanjutkan. Padahal kasusnya sudah selesai. Bahkan pelakunya sudah ditahan. Sayang sekali rumah ibadah ini menjadi terbengkalai ,” ujar Yahya prihatin.

Menurut Yahya, kasus korupsi  masjid di Pagaralam ini sangat memalukan dan sangat mencoreng umat Islam. Sehingga wajar jika para pelaku korupsi mendapat hukuman yang setimpal.

“Naudzubillah.  Mereka pelaku sudah tidak takut dosa lagi. Memang sekarang mereka sudah dihukum dan mungkin sudah ada yang keluar. Tetapi kelakuan mereka akan dkenang oleh seluruh masyarakat Pagaralam. Pelaku sudah membuat malu keluarga mereka sendiri. Malunya sampai ke anak cucu mereka ,” tegas Yahya dengan nada kesal.

Baca Juga  Herman Deru Perbaiki Jalan Rusak di Banyuasin

Seperti diketahui, kasus korupsi ini terkuak pihak Kejaksaaan Negeri Kota Pagaralam menemukan sejumlah temuan ketidakberesan pembangunan 3 masjid di Kota Pagaralam. Setelah dilakukan audit oleh BPKP, terbukti bahwa banyak terjadi penyelewengan anggaran . Kasus ini kemudian  menyeret Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Pagaralam Yan Hepta  dan orang lainnya  yaitu Kabid Jaminan Sosial Dinsos Pagaralam Hanafi, PPTK Dinas PU Pagaralam Arjoni, dan dua pemborong yakni Liki Afrillah dan Taufik sebagai tersangka dan kemudian oleh pengadilan kelima orang tersebut   divonis hukuman penjara dengan masa hukuman yang berbeda.

 

Related Articles

One Comment

  1. saya keluarga salah satu terdakwa, dan saya tidak malu. karena saya tau keluarga saya adalah korban politik, jadi YAHYA jgn basing ngomong,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close