Jadi Bandit Bobol ATM,Seorang PNS Dan Buruh Asal OKU Selatan Diringkus Polres Pagaralam

PAGARALAM ONLINE – Selalu berhati-hati serta waspada saat melakukan aktifitas penarikan uang di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM),sebab kini komplotan pembobol ATM sudah mulai melancarkan aksinya di sekitaran kota Pagaralam.

Seperti yang dialami korban Istiawan Bin Karni,dimana pada 15 Oktober lalu dirinya telah menjadi korban pembobolan ATM miliknya didepan minimarket Aries di kawasan Jalan Gunung Pagaralam Utara dan mengalami kerugian sekitar Rp 13 Juta rupiah.

Dalam press release ungkap kasus yang disampaikan Kapolres Pagaralam AKBP Dwi Hartono Sik MH hari ini Jumat (3/11) di Makopolres.AKBP Dwi mengungkapkan bahwa berkat kejelian serta keuletan tim reskrim Polres Pagaralam,akhirnya kasus ini berhasil diungkap.

Adalah Muhlisin alias Capung Bin Ahmad (34) warga Dusun Padang Bindu Kecamatan Buay Runjung Kabupaten OKU Selatan serta Agus Safary alias Agus Bin Mansur warga dusun Belambangan Kecamatan Buay Runjung Kabupaten OKU Selatan serta satu orang tersangka lain yang saat ini masih dalam proses pengejaran yang menjadi otak pembobolan ATM milik korban dan berhasil di tangkap jajaran reskrim Polres Pagaralam di OKU Selatan serta kota Palembang.

Modus operandj yang dilakukan oleh para pelaku seperti yang disampaikan oleh AKBP Dwi adalah dengan cara mengincar mesin ATM dikawasan kota Pagaralam untuk kemudian dipasangi stiker call center palsu kemudian didalam lubang kartu dimasuk semacam penahan yang fungsinya agar kartu ATM tidak bisa keluar.

“Korban istiawan sedang melakukan penarikan uang di ATM depan Aries,nah pada saat korban selesai,ternyata kartu ATMnya tidak mau keluar alias tersangkut di dalam mesin ATM,kemudian para pelaku yang sebelumnya sudah ada di sekitar lokasi mendatangi korban dan berpura-pura menawarkan solusi dengan menyuruh korban menelepon nomor call center yang sudag mereka palsukan sebelumnya,”ujarnya sembari menjelaskan bahwa nomor call center palsu yang dimaksud kemudian memintah korban menyebutkan nomor PIN ATM dan mengatakan bahwa korban untuk datang esok harinya ke bank tempat korban membuat rekening tabungan (3/11)

Lanjut AKBP Dwi,saat korban Istiawan pulang meninggalkan mesin ATM tersebut baru kedua pelaku melancarkan aksinya membobol tabungan korban dengan cara mengeluarkan kartu ATM yang tersangkut kemudian dengan memasukkan nomor PIN tabungan korban yang sudah mereka ketahui sebelumnya melalui call center palsu yang diperankan rekan pelaku,kemudian mereka mulai menguras saldo tabungan milik Istiawan dengan cara mentranfer ke beberapa nomor rekening milik para pelaku.

“Setelah menghubungi nomor call center palsu tersebut,korban diminta untuk menyebutkan nomor pinnya dan mengatakan korban di tunggu di kantor bank untuk mengambil kartunya kembali dan setelah korban pulang barulah kedua pelaku ini menguras saldo atm korban hingga habis,dan pada saat korban datang ke kantor bank esok harinya barunya dia kaget saldonya hanya tersisa delapan puluh ribu rupiah,”tambahnya.

Atas laporan korban Istiawan ke Polres Pagaralam,kemudian petugas mengumpulkan bukti-bukti dilapangan diantaranya rekaman CCTV dan beberapa bukti lainnya yang membuat kedua pelaku akhirnya berhasil di ringkus.

“Mirisnya dalam kasus ini,salah seorang pelaku yang bernama Agus Safary adalah berstatus pegawai negeri sipil dan satu orang lagi berstatus buruh,dan kedua pelaku ini belajar membobol atm setelah belajar dari internet,TKPnya pun tidak cuma di Pagaralam namun berdasarkan keterangan tersangka,mereka sudah tiga kali melakukannya di kota Prabumulih dan juga kota Palembang,”pungkas AKBP Dwi dan menegaskan bahwa kedua pelaku ini dijamin akan lama mendekam di jeruji besi.

 

Related posts

Leave a Comment