IRT Pagaralam Keluhkan Masa Pemakaian Isi Ulang Gas Melon Yang Cepat Sekali Habis.

PAGARALAM ONLINE – Belakangan warga kota Pagaralam terutama para ibu rumah tangga mengeluhkan masa pemakaian Gas Melon (gas subsidi 3 kilogram_red) yang cepat sekali habis.Bahkan saking kesalnya banyak dari ibu rumah tangga ini menuliskan keluhannya di media sosial.

Erni (49) salah seorang IRT warga dusun Pagaralam kepada media ini menceritakan pada pemakaian normal sehari-hari untuk memasak biasanya masa pemakaian 1 tabung gas melon berkisar 20 hingga 25 hari,namun sekarang masa pemakaiannya hanya berkisar 14 hingga 16 hari saja alias cepat sekali habis.

“Biasanya 1 tabung gas melon saya pakai bisa 20 hingga 25 hari tapi sekarang 2 minggu saja sudah habis,”keluhnya(29/07)

Ketika Pagaralam Online mencoba membuktikan keluhan para IRT ini dengan membeli 1 tabung gas melon isi ulang di sebuah warung kecil dan di pasang pada selang kompor masak, pada alat pengukur tekanan tabung gas terlihat posisi jarum pengukur tidak menunjuk pada posisi “Full” dan terbaca tekanan isi tabung 3/4 penuh juga di dapati bahwa segel penutup tabung terpasang sangat longgar dan mudah sekali terlepas.

Di duga kuat ini lah penyebab kenapa masa pemakaian isi ulang gas melon untuk kebutuhan rumah tangga cepat sekali habis yang mana di tengarai bahwa isi tekanan tabung memang tidak sesuai ketentuan.

Berkaca pada kasus-kasus di daerah lain,Kepolisian Negara Republik Indonesian(Polri) banyak membongkar kasus pengoplosan isi tabung gas subsidi ke tabung gas non subsidi yang di lakukan oleh para pihak yang ingin meraup keuntungan besar dari produk subsidi negara yang di peruntukkan bagi masyarakat ini,sehingga warga kota Pagaralam juga meminta pihak Polres Pagaralam untuk pro aktif merespon keluhan warga dengan melakukan penyelidikan terkait hal ini.

“Kami minta pihak kepolisian juga dinas terkait untuk merespon keluhan kami ini,”ujar Sari (35) salah seorang IRT kepada Pagaralam Online (29/07)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.