EKONOMIHEADLINENASIONAL

Intensitas Hujan Tinggi,Gabah Petani Pagaralam Banyak Berkecambah

PAGARALAM ONLINE –  Curah hujan cukup tinggi yang mengguyur Kota Pagaralam belakangan ini telah menyulitkan sebagian petani untuk menjemur dan menggiling  hasil panen padi. Akibatnya banyak padi   petani yang belum sempat dijemur dan akhirnya menjadi berkecambah.

Kondisi ini tentu sangat  menyulitkan petani yang  berharap gabah yang sudah dipanen bisa segerah dijemur dan digiling kemudian hasilnya bisa dijual.

Seperti yang diungkapkan Sudran (60) kepada Pagaralam Online. Petani asal Dusun Alundua Kecamatan Pagaralam Utara mengatakan, saat ini sawah-sawah di areal dusunnya sudah banyak yang sudah panen,tetapi karena cuaca mendung dan hujan belum juga berhenti,dia dan beberapa warga dusun Alundua yang sawahnya sudah panen terpaksa menyimpan atau menitipkan gabah mereka di penggilingan. Namun gabah yang masih basah tersebut rusak dan berkecambah.

Baca Juga  Pengembangan Objek Wisata Tebat Gheban Rupanya Terganjal Aturan

“ Tumpukan gabah kami sudah banyak dititip di penggilingan,tapi belum bisa diproses karena masih basah atau belum kering ,”ungkapnya

Lanjut Sudran,jika para petani memaksa untuk menggiling gabah-gabah tersebut,akibatnya bulir-bulir padinya akan hancur karena masih lembut dan belum kering benar dan resikonya petani tidak akan mendatangkan untung.

Hal senada diungkapnya Yani (56) ,warga dusun Pematang Bange Kecamatan Pagaralam Utara. Dia terpaksa menunda waktu panen padinya agar padi yang masih di tangkainya akan masak lebih lama dan tidak rusak.
“Sekarang musim hujan pak,takutnya tidak bisa jemur padi,jadi saya tunda dulu panen saya,biar padi-padinya tetap di tangkainya agar masak lebih lama sambil menunggu hari cerah atau panas,”ujarnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close