Ini Status “Uang” Yang Di Laporkan Pada Pilkada Pagaralam Kemarin.

PAGARALAM ONLINE – Masih ingat dengan kasus pelaporan dugaan praktek “Money Politik” pada Pilkada Pagaralam Juni lalu?

Mengobati rasa penasaran masyarakat terhadap kesimpulan kasus tersebut,hari ini (Kamis 29/11) Pagaralam Online mengunjungi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kota Pagaralam untuk mengkonfirmasi hal tersebut.

Ikhwan Nopri Komisioner Bawaslu Pagaralam yang membidangi Hukum,Penindakan dan Pelanggaran menceritakan bahwa “Uang” yang di laporkan oleh salah satu peserta Pilkada Pagaralam yang menurut dugaan pihak tersebut adalah prakter money politic saat ini masih tersimpan aman di Bawaslu kota Pagaralam.

Ditegaskan Ikhwan Nopri,proses penelitian maupun pemeriksaan terhadap kasus pelaporan itu sudah selesai dan telah di tutup lantaran tidak di temukannya cukup bukti maupun keterangan soal praktek money politik yang di laporkan sehingga pihaknya berkesimpulan bahwa kasus pelaporan ini tidak bisa di proses secara hukum menurut aturan kepemiluan.

“Tolong sampaikan kepada masyarakat bahwa kasus itu sudah selesai dan di tutup karena kami tidak menemukan cukup bukti maupun keterangan yang menguatkan bahwa uang yang di serahkan kepada kami waktu itu adalah bagian dari kecurangan pemilu alias money politic sehingga kasus pelaporan itu tidak bisa di tindak lanjuti,”jelasnya (29/11)

Dijelaskan Ikhwan Nopri,bahwa kesimpulan tidak bisa di tindaklanjuti kasus pelaporan itu (money politic_red) di dasarkan atas proses yang telah berjalan di antaranya pemanggilan para pihak untuk di mintai keterangan serta beberapa proses lain yang melibatkan institusi hukum semisal Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang beranggotakan pihak kepolisian dan kejaksaan.

“Dalam membuat kesimpulan tidak bisa di tindaklanjutinya kasus pelaporan tersebut,kami sudah melakukan sesuai prosedur menurut aturan yang ada misal memanggil dan meminta keterangan terlapor,pelapor maupun para saksi dimana semua keterangan yang di ambil dilakukan dibawah sumpah dan di tuangkan dalam berita acara.Dimana dalam proses pemeriksaan maupun pengambilan keterangan itu terlapor tidak mengakui uang tersebut miliknya sementara pelapor yang menuduh uang tersebut bagian dari praktek money politic beserta saksi yang di hadirkan tidak bisa memberikan keterangan maupun kesaksian yang menguatkan tuduhan itu sehingga kami berkesimpulan bahwa kasus ini tidak bisa di tindaklanjuti,”bebernya

Ditanya soal status “uang 11 juta rupiah lebih” yang turut di sertakan sebagai barang bukti pelaporan.Ikhwan Nopri menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu instruksi tertulis maupun aturan yang jelas soal hendak di kemanakan ataupun di apakan uang tersebut.

“Hingga saat ini uang tersebut masih berstatus tak bertuan,namun tetap dalam dalam pengamanan pihak kami sembari menunggu instruksi lanjutan dari pihak institusi atasan kami akan di kemanakan uang ini,”pungkasnya (29/11)

Related posts

Leave a Comment