Ini Fakta, Buk Ida Sukses Turunkan Angka Kemiskinan dan Pengangguran

PAGARALAM—Selama empat tahun lebih memimpin Kota Pagaralam, Walikota dr. Hj. Ida Fitriati Basyuni , M. Kes sukses menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Pagaralam. Hal ini membuktikan bahwa berbagai program dan kebijakan yang digulirkan terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Tahun 2015  menyebutkan, angka penduduk miskin di Kota Pagaralam paling rendah atau menduduki urutan ke-17 dari 17 kabupaten dan kota se Sumsel. Angka kemiskinan Kota Pagaralam menurut BPS Sumsel sebesar 9,64% pada tahun 2015 dan menurut BPS Kota Pagaralam tahun 2016  angka kemiskinan turun lagi hanya sebesar 9,19 % . Angka kemiskinan di Pagaralam ini  jauh dibawah angka kemiskinan Provinsi Sumsel yang berada di angka 13,39% atau sebanyak 1.086.500 jiwa.

Data BPS Kota Pagaralam  Tahun 2016 menunjukkan, trend jumlah penduduk miskin di Pagaralam selama 4 tahun mengalami penurunan, yaitu 9% (2013), 8,90% (2014), 9,64% (2015) dan 9,19% (2016).  Selain angka kemiskinan yang mengalami penurunan,  data BPS juga menunjukkan bahwa trend jumlah angka pengangguran terbuka  di Kota Pagaralam mengalami  penurunan yang signifikant, yaitu 7.041 orang  (2013),  4.810 orang (2014) dan 3.530 (2015.)

Seperti dilansir detiksumsel, angka penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan di Sumsel masih tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) secara rata-rata tercatat 13,39 persen atau 1.086.500 jiwa penduduk di bawah garis kemiskinan.

“Secara statistik berkurang 4.690 jiwa dibandingkan pada Maret 2016 yang sebesar 1.101.190 (13,44 persen),” kata Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan, Yos Rudiansyah, Selasa (17/1).

Berikut data Persentase Penduduk Miskin Kabupaten/Kota Tahun 2015 se Sumsel

  1. Muratara :  19,73%
  2. Musi Banyuasin : 18,35%
  3. Lahat : 18,02%
  4. OKI : 17,08%
  5. Musi Rawas : 15,13%
  6. Lubuk Linggau : 15,16%
  7. Pali : 14,88%
  8. Muara Enim : / 14,54%
  9. Ogan Ilir: 14,43%
  10. Empat Lawang : 13,33%
  11. OKU : 13,22%
  12. Palembang : 12,85%
  13. Banyuasin : 12,45%
  14. Prabumulih : 12,12%
  15. OKU Selatan : 11,58%
  16. OKU Timur : 11,24%
  17. Pagaralam : 9, 19% (Tahun 2016)

 Sumber: Berdasarkan Data BPS Prov.Sumsel

Pengamat kebijakan publik Sumsel, Drs Ardiansyah, MSi menilai, turunnya angka kemiskinan dan jumlah pengangguran  di Kota Pagaralam selama 4 tahun belakangan menunjukkah bahwa program dan kebijakan pembangunan yang dilakukan Walikota Pagaralam, Ida Fitriati sudah on the track atau berada di jalur yang benar dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“ Program pengentasan kemiskinan yang digagas  Walikota Pagaralam terbukti berhasil dan tidak terbantahkan. Data yang dirilis BPS adalah sebuah fakta dan data yang akurat dan terukur,’’ jelas Ardiansyah kepada Pagaralam Online ketika dimintai tanggapannya soal data BPS 2016, Senin (6/11).

Menurut Ardiansyah,  kriteria kepala daerah sukses tidak hanya dilihat dari gencarnya pembangunan infrastruktur, seperti jalan, lapter, jembatan, irigasi dan kawasan obyek wisata saja, melainkan dilihat dari seberapa besar dampak program-program yang digulirkan dapat menurunkan  angka kemiskinan dan pengangguran di suatu daerah.

“Secara jujur harus diakui bahwa Kota Pagaralam adalah kota paling sejahtera di Sumsel . Ini tidak terlepas dari program dan kebijakan pembangunan yang digulirkan kepala daerah. Mengingat di era otonomi daerah saat ini, peran dan kewenangan bupati dan walikota sangat dominan,’’ papar dosen  Stisipol Chandradimuka Palembang ini.

 

 

Related posts

Leave a Comment