Ida : Banyak mudharat, OT hanya sampai jam 10 malam

PAGARALAM ONLINE – Banyaknya keluhan masyarakat terhadap hiburan organ tunggal (OT) yang rawan perbuatan kriminal dan asusila ditanggapi serius Walikota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati Basjuni. Pemkot akan menerbitkan Peraturan Walikota (Perwako) untuk mengatur hiburan organ tunggal. Untuk mendukung Perwako itu, Pemkot akan bekerjasama dengan jajaran Polres Pagaralam.
“Hiburan organ tunggal akan kita atur melalui Perwako. Keluhan masyarakat sudah sangat banyak. Karena itu harus diatur,” tegas Ida Fitriati.
Menurut Ida, dalam perwako tersebut, salah satunya adalah membatasi izin hiburan OT yaitu jam 22.00 WIB atau jam 10 malam. “Dalam perwako diatur sanksi-sanksinya. Jika melanggar maka ahli rumah atau pihak yang mengusulkan izin keramaian akan diproses oleh aparat kepolisian,” tegas Ida.

Ida mengungkapkan, Perwako pembatasan hiburan OT ini bertujuan untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat. Mengingat selama ini banyak terjadi tindak kriminal dan asusila pada saat pelaksanaan hiburan OT.”Kami banyak mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa jika sudah diatas jam 10 malam rawan tindakan kriminal dan asusila. Lampu kerap dimatikan dan banyak datang biduan yang berpakaian tidak senonoh. Ada pula yang mabuk-mabukan. Ini sangat berbahaya. Apalagi seringkali ada anak-anak yang menonton,” jelas Ida.
Ida menambahkan, pada saat hiburan OT berlangsung di tengah malam, sering muncul dan tampil cabe-cabean yang memakai rok mini dan hotpan. Ada juga yang memakai rok panjang tetapi belahannya sampai keatas. Hal ini dapat merusak otak anak-anak muda. Lagipula ini tidak sesuai dengan ajaran agama dan budaya kita” tegas Ida.
Kepada kalangan ibu-ibu, Ida berpesan agar melarang suami mereka untuk berjoget dengan biduanita yang berpenampilan seronok. “Jangan dibiarkan, bila perlu paksa pulang,” tandasnya.

Kebijakan walikota yang membatasi waktu tayang OT ini disambut baik tokoh masyarakat dan warga Kota Pagaralam. Mereka berharap perwako akan berjalan efektif sehingga dapat mengurangi dampak negatif hiburan OT yang terjadi selama ini.

“Masyarakat pasti mendukung perwako yang membatasi jam tayang hibran OT ini. Selama ini hiburan OT yang tidak dibatasi hingga larut malam lebih banyak menimbulkan mudoratnya. Kami siap mendukung perwako itu,” tegas H. Marhakim.

Junaidi Rahup, warga Simpang Padang Karet, Kecamatan Pagaralam Selatan juga menyatakan dukungannya terhadap terbitnya perwako tersebut. Junai memint perwako tersebut dijalankan sebaik-baiknya dan harus dipatuhi oleh semua pihak. “Perwako ini sudah sngat sejalan dengan nilai-nilai agama yang melarang perbuatan munkar,” tegasnya.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.