Ida Galau, pilih Armasyah, Alpian atau Ludi?

PAGARALAM ONLINE—Siapa yang akan mendampingi Cawako Pagaralam, Hj. Ida Fitriati dalam Pilkada 2018 mendatang masih misterius. Spekulasi berkembang saat ini setidaknya ada 3 figur yang bakal digandeng ida menjadi calon wakil walikota, yaitu Ir. Armansyah (Ketua PBB Sumsel) , Alpian (anggota DPRD Pagaralam dari PKB) dan Ludi Oliansyah (pengusaha/ Bendahara DPD Partai Golkar Kota Pagaralam)

Informasi yang dihimpun Pagaralam Online menyebutkan, saat ini cawako petahana Ida Fitriati masih terus melakukan komunikasi dengan partai politik dan beberapa bakal calon wakil walikota. Namun komunikasi berlangsung cukup alot lantaran negosiasi-negosiasi politik belum tercapai kata sepakat.

“Ibu Ida masih bingung dan galau karena negosiasi belum tercapai kesepakatan. Namun demikian pada saatnya nanti harus diambil keputusan siapa cawawako yang paling tepat,’’ ujar pengurus parpol yang enggan disebutkan jati dirinya.

Sampai saat ini, PBB yang memilik 3 kursi di DPRD Pagaralam memang sudah menyatakan mendukung Ida sebagai cawako. Namun dukungan PBB tersebut dikabarkan mempunyai syarat, yaitu menggandeng kader PBB, Armansyah untuk menjadi cawawako.

“ Dengan 3 kursi di DPRD Pagaralam sangat memudahkan siapapun cawako yang diusung PBB untuk membangun koalisi. Tinggal mencari 2 kursi lagi sudah memenuhi syarat untuk menjadi calon. Jadi tidak berlebihan jika PBB meminta jatah calon wakil walikota,’’ tegas Sekretaris DPW PBB Sumsel, Misnan Hartono kepada Pagaralam Online, Seniin (2/10).

Dukungan kepada Ida Fitriati juga datang dari Partai Golkar. Meskipun belum resmi, namun dukungan partai Beringin ini hampir dipastikan jatuh ke petahana. Mengingat antara Ida dan pengurus DPD Partai Golkar Pagaralam dan DPD Sumsel memiliki kedekatan. Ditambah lagi hasil survey menunjukkan Ida masih yang tertinggi.

“Selain Ketua DPD Partai Golkar, Ruslan Abdul Gani, kader Golkar lainnya seperti Ludi Oliansyah juga dipertimbangkan untuk menjadi cawawako mendapingi Ibuk Ida Fitriati,’’ ungkap salah seorang pengurus Golkar Pagaralam.

Persaingan ditubuh Golkar antara Ruslan Abdul Gani dengan Ludi untuk mendampingi Ida tidak terlalu keras. Mengingat kondisi Ruslan Abdul Gani yang sudah beberapa kali terserang stroke menjadi catatan khusus bagi DPP Partai Golkar. Sehingga praktis hanya Ludi yang akan diusulkan.

“Ludi yang saat ini gencar melakukan sosialisasi untuk calon perseorangan atau independen adalah bagian dari strategi saja. Ini sekedar untuk mengetahui respon masyarakat Pagaralam. Pada saatnya nanti Ludi akan diusulkan Partai Golkar,’’ jelas kader senior Partai Golkar tersebut.

Selain Armansyah dan Ludi, figur lainya yang berpotensi mendampingi Ida adalah Alpian. Anggota DPRD Pagaralam asal PKB ini dinilai mempunyai dukungan massa yang ril. Hal tersebut terlihat dari hasil pileg dan pilkada Pagaralam tahun 2013 lalu, dimana saat itu pasangan Sofyan Djamal- Alpian tampil sebagai runner up dengan selisih suara tidak terlalu besar dengan pasangan Ida- Novirza.

“PKB juga mendorong kadernya sendiri dalam Pilkada Pagaralam. Jika tidak nomor satu, setidaknya kader PKB kita dorong untuk menjadi cawawako,’’ ujar Ketua DPC PKB Kota Pagaralam, Tajeri.

Menurut Tajeri, beberapa bakal cawako sudah mengikuti fit and proper tes di DPP PKB pekan lalu. Fit dan Proper Test yang dilakukan oleh DPP tersebut untuk melihat lebih jauh tentang kesiapan dan keseriusan para bakal cawako dalam menghadapi Pilkada 2018 mendatang.

“Nanti DPP lah yang akan memutuskan akan mendukung siapa, kita serahkan kepada DPP. Namun kita mendorong kader PKB untuk maju, nomor satu atau nomor 2,’’ ujar tokoh pemuda Sumsel ini.

Di berbagai kesempatan, Ida Fitriati enggan menyebut siapa figur cawawako yang akan mendampinginya. Dia menyatakan menyerahkan sepenuhnya kepada parpol yang akan mengusung dan mendukugnya untuk menetapkan dengan siapa dia akan berpasangan.
“Kita serahkan saja kepada parpol. Pada saatnya nanti akan ditetapkan dan didaftarkan ke KPUD. Kita tunggu saja,” ujar mantan direktur salah satu rumah sakit di Lampung ini.

Direktur Utama Political Mapping, Ardiansyah MSi mengungkapkan,hasil riset yang mereka lakukan terhadap persepsi publik mengenai Pilkada Kota Pagaralam pada 10 – 17 September 2017 lalu menunjukkan, terjadi persaingan cukup ketat antara 3 figur utama, yaitu Ida Fitriati, Novirza Djazuli dan Ir. Gunawan.

“Popularitas dan elektabilitas 3 figur yaitu Ida Futriati, Novirza Djazuli dan Gunawan bersaing cukup ketat. Ketiganya dikenal dan cukup disukai,’’ ujar Ardansyah kepada Pagaralam Online, di Palembang, Senin (2/10).

Menurut Ardiansyah, dari ketatnya persaingan antar 3 bakal cawako tersebut, maka figur bakal calon wakil walikota akan sangat menentukan kemenangan dalam Pilkada 2018 mendatang. Ketiga kandidat cawako membutuhkan figur pendamping atau cawawako yang dapat mendongkrak suara.

“Dibutuhkan kejelian dan perhitungan yang sangat matang untuk menentukan figur pendamping untuk cawawako. Harus dipilih figur cawawako yang berpotensi menambah suara, bukan sebaliknya. Artinya cawawako yang populer dan disukai rakyat.’’ ujar dosen ilmu politik di Stisipol Chandradimuka Palembang ini.

Related posts

Leave a Comment