Hindarkan Konflik Manusia Dengan Harimau,Polres Himbau Pemkot Pagaralam Larang Aktifitas Wisata Dan Kemah Disekitar Tugu Rimau.

 

PAGARALAM ONLINE – Kondisi keamanan serta keselamatan warga dan pengunjung wisata dikawasan objek wisata gunung Dempo khususnya diareal Tugu Rimau menjadi perhatian utama pihak kepolisian pasca terjadinya serangan harimau kepada pengunjung saat berkemah dikawasan tersebut.

Berdasarkan surat yang dilayangkan Polres Pagaralam kepada Dinas Pariwisata kota Pagaralam tembusan Polda Sumsel tertanggal 19 November kemarin.Pihak Polres Pagaralam menghimbau kepada pemerintah daerah untuk sementara waktu melarang adanya aktivitas wisata maupun kegiatan kemah dikawasan Tugu Rimau sampai keadaan benar dinyatakan aman oleh pihak terkait.

Menanggapi hal ini Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pariwisata kota Pagaralam Brilian ST kepada Pagaralam Online menyatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan himbauan Polres Pagaralam tersebut kepada pengelolah objek wisata Tugu Rimau.

“Sudah kami intruksikan kepada pengelolah Tugu Rimau untuk sementara waktu tidak ada kegiatan wisata maupun kemah dilokasi itu sampai ada pemberitauan selanjutnya sesuai himbauan dari pihak Polres Pagaralam,”ungkapnya (20/11)

Terkait hal ini (konflik manusia dan harimau_red) hari ini (Rabu 20/11) Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) provinsi Sumsel mengadakan audensi dengan walikota Pagaralam guna menyampaikan serta berdiskusi tentang langkah-langkah yang perlu diambil bersama guna mengatasi konflik antara hewan buas dan manusia.

Dalam pertemuan tersebut walikota Pagaralam Alpian Maskoni menyampaikan akibat insident ini (serangan harimau_red) industri pariwisata kota Pagaralam menjadi terpuruk karena calon wisatawan maupun warga menjadi was-was saat akan mengunjungi objek wisata diseputaran gunung Dempo.

“Karena kejadian ini berdampak pada industri pariwisata kota Pagaralam terutama objek wisata gunung Dempo untuk kami berharap ini cepat selesai,”ujar Alpian (20/11).

Viral belakangan ini,harimau sumatra atau dalam bahasa latinnya Panthera Tigris Sumatrae muncul disekitaran lereng gunung Dempo bahkan telah menyebabkan 1 orang wisatawan mengalami cidera berat dan 1 warga dikabupaten Lahat tepatnya di desa Pulau Panas Kecamatan Tanjung Sakti PUMI tewas diterkam juga harimau tersebut sempat memangsa hewan peliharaan warga setempat.

Kondisi ini tentu membuat masyarakat takut untuk beraktifitas lantaran harimau yang muncul berdasarkan jejak kaki yang banyak ditemukan warga bahkan sudah masuk kekawasan perkebunan dan pemukiman warga.

 

 

 

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.