HEADLINENASIONALSEPUTAR BESEMAH

H. Bana : Runway Camping Langgar Aturan

PAGARALAM ONLINE– Tokoh masyarakat Kota Pagaralam, H. Hardiansyah Bana angkat bicara soal kontroversi kegiatan Runway Camping di Bandara Atung Bungsu yang sempat diprotes mantan Walikota Pagaralam, H. Djazuli Kuris. Bana mengaku sependapat dengan argumentasi yang disampaikan Djazuli Kuris, Mengingat kegiatan kamping di runway tersebut  jelas sangat menyalahi aturan.

“Jelas itu melanggar aturan,” tegas Bana kepada Pagaralam Online Selasa (25/10).

Hanya saja menurut Bana, bila camping dilakukan di dekat kawasan Bandara Atung Bungsu diperbolehkan. Misalnya menggunakan jalan kendaraan menuju akses bandara yang terdiri dari dua arah.

“Semestinya hal ini tidak boleh terjadi. Semestinya ada kordinasi Dinas Perhubungan dan otoritas bandara dengan Walikota Pagaralam, karena hal ini menyangkut masalah objek vital khusus,” tegas mantan Ketua Presidium Pembentukan Kota Pagaralam ini.

 

Bana yang dua periode menjadi anggota DPRD Kota Pagaralam ini mengatakan, dirinya sepakat dengan kegiatan pariwisata di Kota Pagaralam melalui event seperti itu. Apalagi bisa berdampak positif bagi Pemkot dan ekonomi masyarakat. Namun tetap tidak boleh melawan aturan yang berlaku.

 

Seperti diberitakan, kegiatan Runway Camping di Bandara Atung Bungsu, Kota Pagaralam mendapat protes keras dari mantan Walikota Pagaralam, H. Djazuli Kuris dan sejumlah elemen masyarakat Kota Pagaralam. Pasalnya, kegiatan tersebut tidak tepat sasaran dan melanggar Undang Undang No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan

 

“Saya sudah mengingatkan kepada pihak terkait  untuk melarang camping di runway atau landasan pacu Bandara Atung Bungsu.. Kegiatan tersebut melanggar UU dan berbahaya,” tegas Djazuli kepada Pagaralam Online Selasa (25/10).

 

Menurut Djazuli, sebagai inisiator pembangunan Bandara Atung Bungsu, dirinya mempertanyakan mengapa pihak otoritas Bandara Atung Bungsu memberikan izin kepada pihak panitia yaitu sebuah Event Orginizer untuk mengadakan kegiatan tersebut.

“Saya meminta aparat terkait untuk membaca dan mempelajari UU No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Coba pelajari lagi ,’’ tegas Djazuli.

Baca Juga  Untuk Membuat Kelicuk Dan Gunjeng.Orang Besemah Zaman Dulu Menggunakan Isaran Batu.

 

Menurut Djazuli, meskipun di hari-hari tententu tidak ada jadwal penerbangan di Bandara Atung Bungsu, namun tidak diperbolehkan ada kegiatan yang berpotensi menggangu (obscale) di objek vital negara tersebut. Mengingat Bandara Atung Bungsu sudah tercatat secara nasional dan internasional. “Bayangkan jika ada pesawat yang mendadak harus mendarat di Bandara Atung Bungsu karena sesuatu hal, namun ternyata tidak bisa didarati, Tentu akan sangat berbahaya,” tandasnya.

 

Pendapat senada disampaikan pakar perhubungan yang juga mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, H Syaidina Ali. Menurutnya, UU telah mengatur larangan tentang melakukan kegiatan tertentu di runway yang dapat menghalangi pesawat untuk melakukan take off dan landing, “Tidak boleh ada kegiatan apapun bentuknya di runway yang dapat menghalangi pesawat karena akan membahayakan,’’’ tandasnya.

Menurut Syadina, bandara termasuk katagori obyek vital yang aturannya sangat ketat dan tidak boleh sembarang melakukan kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan aktivitas penerbangan. Sehingga dibutuhkan pengawasan yang sangat ketat oleh otoritas bandara yang telah diberikan kewenangan oleh pemerintah.

 

 

Berikut petikan Pasal 210 UU Penerbangan

“Setiap orang dilarang berada di daerah tertentu di bandar udara, membuat halangan (obstacle), dan/atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan, kecuali memperoleh izin dari otoritas bandar udara.”

 

Seperti diketahui, komunitas Pagaralam Move One menggelar acara bertajuk October Fest di Areal Bandara Atung Bungsu, 22 sampai 23 Oktober 2016 lalu . Salah satu acara dalam kegiatan tersebut  adalah Runway Camping yang diklaim baru pertama kali digelar di dunia. Acara juga diramaikan dengan  aero modeling,lomba fotografi dan rally wisata.

Baca Juga  Tak Ada Petugas Yang Mengatur Ditambah Penyempitan Jalan,Setiap Sore Simpang Asam Macet Parah

 

Menurut laman resmi facebook Besh Hotel Pagaralam sebagai salah satu sponsor kegiatan ini. Acara Oktober Fest di ikuti seribu orang lebih peserta camping,lima puluh orang peserta fhotografi,tiga belas peserta aero modeling dan tujuh puluh sembilan peserta rally wisata.

 

Sementara itu berbagai pendapat pro dan kontra bermunculan di masyarakat terkait kegiatan ini,ada yang mendukung namun banyak pula yang mempertanyakan. Seperti yang di tuturkan Herian warga Dusun Pagaralam.  Dia  mempertanyakan kenapa bisa acara yang mengumpulkan banyak sekali orang di gelar di areal bandara seperti landasan pacu pesawat atau Runaway Bandara Atung Bungsu. Padahal area tersebut yang dia ketahui adalah area steril yang tidak boleh sembarangan orang bisa memasukinya.

“Saya sendiri heran kok bisa ada acara camping di areal landasan pacu pesawat,apa itu boleh?,”tanyanya.

 

Sejumlah elemen masyarakat Pagaralam sedang menggodok kemungkinan kegiatan Runway Camping ini untuk dilaporkan kepada pihak kepolisian. Mengingat kegiatan tersebut dinilai telah melanggar UU No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Untuk di ketahui berdasarkan Undang – Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2009 tentang Keselamatan Penerbangan, Pasal 421 menyebutkan bahwa “Setiap orang berada di daerah tertentu di bandar udara,tanpa memperoleh izin dari otoritas bandar udara sebagaimana dimaksud Pasal 210 dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dan pada Pasal 425 menyebutkan ” Setiap orang yang melaksanakan kegiatan di bandar udara yang tidak bertanggung jawab untuk mengganti kerugian atas setiap kerusakan pada bangunan dan/atau fasilitas bandar udara yang diakibatkan oleh kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421,dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak

1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)
 

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close