HEADLINEJURNALIS WARGAPEMERINTAHAN

GOR tak kunjung dibangun, prestasi kian merosot

PAGARALAM ONLINE — Rencana pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Kota Pagaralam sampai saat ini belum menemukan kejelasan. Meskipun sudah dirancang cukup lama, namun GOR yang sangat diharapkan warga Pagaralam tersebut belum juga kelihatan wujudnya. Lambannya pembangunan GOR ini menimbulkan pandangan bahwa Pemkot Pagaralam tidak serius memajukan olahraga.
Catatan Pagaralam Online, perencanaan pembangunan GOR yang berlokasi di Dusun Keban Agung Kecamatan Pagaralam Selatan itu, sudah dimulai sejak sekitar 5 tahun lalu. Masyarakat Kota Pagaralam, terutama penggiat olahraga, meminta segera dibangunya Gedung Olahraga (GOR) atau Sport Centre di kota ini. Pasalnya, keberadaan GOR dibutuhkan untuk menggalakkan olahraga serta mendongkrak prestasi olahraga Kota Pagaralam yang dari tahun ke tahun mengalami penurunan.
Kota Pagaralam memang sangat minim sarana atau gedung olahraga. Lapangan sepakbola yang ramai dan aktif digunakan hanya satu yaitu lapangan sepakbola di kawasan Terminal Nendagung. Itupun masih jauh dari standar nasional. Sarana yang lain seperti apangan basket dan bola volly yang layak hanya ada di sejumlah sekolah saja. Sementara lapangan bulutangkis dibangun atas swadaya masyarakat.
Wacana Gedung Olahraga (GOR) yang sudah lama diwacanakan, tidak jelas kelanjutannya. Soal GOR ini, memang Pagaralam ketinggalan dengan kabupaten dan kota lainnya di Sumsel yang rata-rata sudah memiliki GOR yang menjadi pusat olahraga. Beberapa tahun lalu, Pemkot Pagaralam sudah ancang-ancang membangun GOR dengan menyiapkan lahan di Dusun Kebang Agung. Bahkan lahan lokasinya sudah mulai bersihkan (land clearance).
Informasi yang dihimpun Pagaralam Online, Pemkot dan DPRD Pagaralam sudah sepakat mengalokasikan anggaran sekitar Rp 4 miliar untuk membangun GOR tersebut. Untuk diketahui, dana Rp.4,1 miliar digunakan untuk pembuatan DED (Detail Engineering Design) stadion sepakbola Rp.1.487.288.000, DED lapangan basket Rp.558.258.000; DED tribun penonton Rp.601.661.000; DED lapangan tenis Rp.493.625.000; DED lapangan badminton Rp.327.978.000, yang terakhir Amdal Sport Center Rp.692.318.000.
Rahmad, guru olahraga di Kota Pagaralam, menyesalkan belum juga dibangunnya GOR di Pagaralam. Mengingat GOR tersebut akan sangat bermanfaat untuk pembangunan dan kemajuan olahraga di Pagaralam. “Kalau sudah dianggarkan miliaran rupiah, kok belum juga dibangun. Ada apa ini?,’’ tanya Rahmad .
Ferry, mantan pesepakbola di Pagaralam juga mengeluhkan belum dibangunnya GOR yang sudah lama direncanakan tersebut. Ferry mengaku prihatin dengan tidak tersedianya sarana olahragadi Pagaralam yang dulu dikenal sebagai gudang atlet Sumsel. “Banyak sekali anak-anak Pagaralam yang memiliki bakat olahraga yang unggul dan layak untuk dikembangkan. Namun sayang sepertinya pejabat Pagaralam tidak memberikan dukungan,” ujarnya.
Menurutnya, prestasi olahraga kontingen Kota Pagaralam terus merosot. Di ajang Pekan Olahraga Tingkat Provinsi (Porprov) Kota Pagaralam selalu berada di urutan belakang kalah bersaing dengan kabupaten dan kota lain yang pembinaan olahraganya lebih baik.
“Padahal bibit-bbit atlet di Pagaralam sangat potensial Sayangnya mereka tidak dibina dengan serius. Sarana olahraga di Pagaralam sangat minim sehingga atlet dan bibibit atlet sulit berkembang,” ujar Ismidi, mantan pemain bola volly Pagaralam.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close