EKONOMINASIONALPEMERINTAHANPESONA PAGARALAM

Ganti Tanaman Kopi Dengan Serai Merah,Kini Kosim Warga Rimba Candi Raup Untung Besar

PAGARALAM ONLINE – Sebagai kota yang mayoritas warganya masih bergelut di bidang pertanian dan perkebunan,kota Pagaralam memang di anugrahi Tuhan dengan alam dan iklim yang sangat cocok dan sesuai untuk tanaman apa saja.

Namun para petani di tuntut harus jeli melihat peluang sehingga mampu meningkatkan taraf hidup menjadi lebih sejahtera.dimana sebelumnya para petani kopi di arahkan untuk mengubah cara tanam dengan metode stek tunas untuk meningkatkan hasil panen.Kini petani Pagarlam bisa mencontoh keberhasilan pak Kosim warga Dusun Rimba Candi Kecamatan Dempo Tengah mengembangkan usaha Minyak Serai (Sereh) yang sangat menjanjikan dan memberikan keuntungan cukup besar.

Kepada awak media,pak Kosim yang dulunya berkebun kopi menuturkan awal mula dirinya memulai usaha penyulingan minyak serai karena kekecawaan dirinya dengan hasil kebun kopinya yang dirasa belum bisa meningkatkan taraf hidup keluarganya.

“Sudah puluhan tahun kerkebun kopi,tapi hasilnya tetap belum bisa membuat kami sejahtera sementara kami harus menunggu hasil setahun sekali,terkadang hasil panen kopi juga tidak selalu bagus atau harganya yang fluktuatif,”ujarnya.

Baca Juga  Benahi SFC,Herman Deru Siap Diajak Komunikasi

Untuk mengubah nasib,pak Kosim kemudian mengubah kebun kopinya seluas kurang lebih 3 Hektare untuk ditanami dengan tanaman Serai Merah (Sere Laut) yang daunnya di suling untuk diambil minyaknya.Dimana lahan seluas 3 haktare tersebut kini sudah bisa menghasilkan sekitar 60 liter minyak yang dia jual kepada PT.Agrowangi di bogor sebesar Rp 180.000 perliter.

“Karena kecewa itulah,saya ubah kebun kopi saya dan saya tanami Serai yang daunnya disuling untuk diambil minyaknya,Alhamdulillah dari 3 hektare lahan saya bisa menghasilkan 60 liter minyak serai yang harganya Rp 180.000 perliter yang dibeli langsung oleh PT Agrowangi di Bogor,”ungkapnya.

Lanjut pak Kosim,untuk tanaman serai merah ini selain harganya yang sangat menjanjikan,perawatannya pun tidaklah terlalu rumit,yang penting hama pengganngu seperti rumput atau gulma harus selalu di bersihkan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman pokok.Dimana untuk tahap pertama serai di panen pada umur 6 bulan dan setelah itu di panen setiap 3 bulan sekali.

“Perawatan tanaman ini juga tidak terlalu rumit,yang penting areal perkebunan harus selalu bersih dari rumput pengganggu atau gulma “jelasnya sembari mengatakan kini dia bersama beberapa warga lain sedang mengembangkan lahan perkebunan baru seluas 15 hektare untuk memenuhi permintaan pasar,sebab dia saat baru bisa menghasilkan 60 liter minyak dari 1000 liter permintaan pabrik.

Baca Juga  Sejahterakan guru dan imam masjid, PPP Dukung HDMY

Walikota Pagar Alam yang berkesempatan meninjau tempat penyulingan minyak serai milik Kosim mengatakan agar para petani bisa berinovasi agar taraf hidupnya bisa meningkat,dan jangan terlalu terpaku pada satu jenis tanaman saja,serta selalu jeli melihat peluang yang ada,diantaranya dengan memanfaatkan informasi baik itu dari media cetak maupun media elektronik.

“Pak Kosim ini contoh petani yang bisa berinovasi untuk meningkatkan taraf hidupnya,saya harap ini bisa menular kepada petani dan warga yang lain sehingga petani Pagaralam bisa sejahtera,dan saya sudah instruksikan dinas terkait untuk melakukan pendampingan dan pembinaan agar usaha ini bisa terus berkembang dan bisa menjadi percontohan bagi warga yang lain,”tegas Ida Fitriati.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close