EKONOMIHEADLINENASIONALPEMERINTAHAN

Ganti Rugi Lahan Tak Kunjung Selesai,Puluhan Warga Pematang Bange Blokir Jalan Lingkar Barat

PAGARALAM ONLINE – Lantaran kesal ganti rugi lahan miliknya hingga kini belum di selesaikan oleh pemerintah kota.Hari ini (Rabu-5/4/2017) puluhan warga Dusun Pematang Bange Kelurahan Curhup Jare Pagaralam Utara lakukan aksi blokir jalan akses lingkar barat.

Pantuan Pagaralam Online,warga blokir jalan yang dibangun oleh Pemkot Pagaralam pada tahun 2014 ini menggunakan kayu serta material lain sehingga kendaraan dari arah SMP 2 menuju arah kantor camat Pagaralam Utara terpaksa berbelok arah ataupun menggunakan jalur di sebelahnya waupun resikonya melawan arus.

Dian,salah satu perwakilan warga Dusun Pematang Bange kepada Pagaralam Online menuturkan,bahwa aksi blokir jalan yang warganya lakukan ini lantaran pihaknya kesal dengan pemkot Pagaralam yang hingga kini belum menyelesaikan persoalan ganti rugi lahan yang di pergunakan untuk membangun jalan lingkar barat tersebut.Dimana persoalan ini sudah mereka keluhkan sejak tahun 2014 yang lalu dan sudah mereka laporkan melalui aparatur pemerintahan setempat namun tidak ada tanggapan,bahkan persoalan ini menurutnya terkesan dibiarkan saja hingga warga bosan.

“Persoalan ini sudah dari tahun 2014,dimana untuk kepentingan pembangunan jalan kala itu pemkot berkomunikasi dengan rt-rw di wilayah kami mengenai pembebasan lahan,namun yang aneh ada lahan warga yang diganti sementara yang lain tidak,dan persoalan ini sudah beberapa kali diadukan,namun hingga kini belum ada tanggapan serius dari pemerintah maupun pihak terkait.Bertahun-tahun warga kami cuma di beri harapan dan janji namun hingga belum terealisasi,karena itu hari ini warga kami tutup jalan ini sebagai bentuk protes kepada pemerintah”keluhnya.

Baca Juga  Pengamat: Baiknya Servo Railway Taati Prosedur

Sementara itu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) SIGAP yang di beri mandat kuasa oleh warga untuk memediasi persoalan ini dengan Pemkot Pagaralam,kepada Pagaralam Online menjelaskan bahwa payung hukum persoalan ini sudah sangat jelas yaitu UU No 38 tahun 2004 pasal 58 ayat kemudian UU No 2 tahun 2012 pasal 9 ayat 2 yang menyebutkan pengadaan tanah untuk kepentingan umum di berikan ganti rugi yang layak dan adil.Untuk itu pihaknya bersama warga akan terus melakukan upaya agar permasalahan ini segera selesai.

“Kami di beri mandat oleh warga menjadi mediator persoalan ini,dan menurut kami warga berhak menuntut ganti rugi atas lahan yang diambil oleh pemkot Pagaralam untuk di buat jadi jalan ini,dimana payung hukum soal pengadaan tanah untuk kepentingan jalan dan kepentingan umum itu sudah jelas tertera di undang no 38 pasal 58 ayat 3 dan undang-undang no 2 tahun 2012 pasal 9 ayat 2 yang menyebutkan bahwa warga berhak menerima ganti rugi yang adil dan layak,”ujar ketua umum LSM SIGAP Suhaimi Dahalik SH

Lanjut Suhaimi,dalam upaya mediasi antara warga dan Pemkot Pagaralam,pihaknya sudah beberapa kali berkirim surat dengan pemerintah kota Pagaralam,namun hingga kini belum ada tanggapan serius untuk menyelesaikan persoalan ini.Dimana untuk mendesak supaya masalah ini cepat selesai,pihaknya sudah beberapa kali juga berusaha menemui pihak-pihak terkait termasuk dinas PU dan DPRD kota Pagaralam,namun jawaban yang di terima pihaknya tidak ada satupun yang bisa menyelesaikan permasalahan.Bahkan pihaknya juga sudah mendesak pihak provinsi supaya ikut campur menyelesaikan persoalan ini,dengan cara mengirimkan surat kepada pemkot Pagaralam.

Baca Juga  Mantan Pangdam asal Muba Dukung HDMY

“Kami sudah beberapa kali melayangkan surat permohonan audensi dengan walikota namun hingga kini belum ada tanggapan,ke dewan pun demikian,padahal jelas niat kami agar supaya hak warga ini terselesaikan,bukan cuma itu kami juga pernah meminta klarifikasi dengan dinas PU namun mereka juga tidak mampu menjelaskan ataupun menyelesaikan persoalan ini,dan yang lebih hebatnya lagi kami sudah minta pihak provinsi untuk juga mendesak pemkot Pagaralam dengan dua kali melayangkan surat yang di tanda tangani sekda namun hingga kini juga tidak di gubris,”sesalnya.

Data yang di himpun Pagaralam Online,adapun warga Dusun Pematang Bange yang menuntut penyelesaian ganti rugi lahan miliknya yakni:

1.Holik
2.Rusda
3.Rozali
4.Hardiansyah
5.Kodriansyah
6.Erlan widiansyah
7.Winsi perdiansyah
8.Septi pebriani
9.Dodi
10.Amrul
11.Ruli Asnawi
12.Nopta
13.Ici

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close