Forum K2 Pagaralam Minta Pemkot Pagaralam Tiru Langkah Pemkab Lahat

PAGARALAM ONLINE – Sudah mengabdi puluhan tahun diberbagai dinas dan instansi membuat para honorer kategori II (K2) berharap pemerintah memperhatikan nasib mereka.

Seperti yang dirasakan Mulyadi (45) salah seorang honorer K2 yang sudah mengabdi puluhan tahun disalah satu sekolah ini menilai pemerintah tak adil memperlakukan mereka.

Mulyadi yang juga didaulat menjadi ketua forum K2 kota Pagaralam oleh rekan-rekannya yang berjumlah 53 orang ini,menilai pemkot Pagaralam belum serius memperjuangkan nasib mereka.Dimana keseriusan yang Mulyadi maksud adalag kebijakan Pemkot Pagaralam yang belum bisa meniru langkah Pemkab Lahat mengutamakan pengangkatan honorer K2 ketimbang membuka seleksi pegawai negeri jalur umum.

“Saya harap pemkot Pagaralam bisa meniru langkah pemkab Lahat yang lebih mengutamakan nasib para honorer ketimbang¬† merekrut pegawai negeri lewat seleksi umum seperti sekarang ini,”ungkapnya (24/09).

Dikatakan Mulyadi,honorer K2 dikota Pagaralam tersisa 53 orang lagi yang notabene telah bekerja dan mengabdi puluhan tahun lamanya,jadi sudah sewajarnya mendapat penghargaan dengan diangkat menjadi pegawai negeri sipil.

“Contohnya saya sudah puluhan tahun mengajar dan hanya digaji Rp 300 perbulan,”keluhnya

Mulyadi yang mewakili para honorer K2 yang tersisa berharap pemkot Pagaralam mendukung gerakan moral mereka dengan mendesak pemerintah menghapuskan aturan batasan umur dalam pengangkatan atau seleksi K2 menjadi pegawai negeri dan juga lebih mengutamakan nasib para honorer K2 ketimbang membuka seleksi pegawai negeri lewat jalur umum.

“Sampai mati pun kami akan terus memperjuangkan nasib dan status kami ini,dan saya harap pemkot Pagaralam ikut mendukung niat dan perjuangan kami,”ucapnya (24/09).

Sementara itu Sekretaris Daerah kota Pagaralam Drs Syafrudin didampingi kepala BKSDM pemkot Pagaralam, Nyimas Lusi menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang ASN dan peraturan KemenPan RB dan BKN menyatakan bahwa pengangkatan seseorang menjadi pegawai negeri sipil lewat seleksi umu maupun K2 hingga saat ini masih dibatasi umur maksimal 35 tahun.Namun pemerintah pusat merencanakan mengangakat para honorer K2 yang tak lulus seleksi PNS atau telah melampaui umur 35 tahun untuk diangkat menjadi pegawai kontrak atau ASN non PNS dengan hak yang sama dengan pegawai negeri sipil umumnya kecuali hak pensiun.

“Dalam waktu dekat direncanakan honorer K2 diangkat jadi ASN non PNS tapi kami masih menunggu petunjuk teknis maupun dasar hukumnya dari pemerintah pusat,”ungkap Drs Syafrudin (24/09)

 

 

 

Related posts

Leave a Comment