FE Unsri Dan Bappeda Ungkap Tingkat Kepuasan Wisatawan Kekota Pagaralam Hanya 30 Persent Saja.

PAGARALAM ONLINE – Berdasarkan hasil survei Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pagaralam  bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya (Unsri) didapat data bahwa tingkat puasan pengunjung (wisatawan) ke Kota Pagaralam masih cukup rendah yakni hanya diangka 30 persent saja.

Data puas dan ketidak puasan para wisatawan datang kekota Pagaralam ini terungkap dalam laporan Bappeda dan tim survey yang diajak bekerjasama kepada wakil walikota Pagaralam M Fadly diruang rapat Besemah I hari ini (Senin 15/10).

Dalam paparannya pihak surveyor dari Fakultas Ekonomi Unsri didampingi Kepala Bappeda kota Pagaralam menyampaikan bahwa survei ini dilakukan di tiga lokasi wisata yaitu kawasan tangga 2001,Tugu Rimau dan Dempo Park yang dilakukan sejak bulan Maret hingga bulan Mei 2018 menggunakan metode Teknis Analis Deskriftif Data Primer (Kuesioner dan wawancara) dengan pembanding atau data skunder dari Badan Pusat Statistik (BPS),Bappeda serta Dinas Pariwisata.

Dari data yang didapat,rata-rata wisatawan yang datang berkunjung kekota Pagaralam masih mengeluhkan kurangnya sarana hiburan selain kondisi alam yang sudah tersediah.Diantaranya  kurang sarana atau kegiatan outbound dilokasi wisata alam,penampilan dan keramahan petugas diareal wisata,masih kurangnya sarana dan prasarana serta kebersihan objek wisata seperti toilet dan areal parkir yang menurut pihak surveyor wajib menjadi perhatian serius pemkot Pagaralam untuk meningkatkan mutu keparisataaan sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah yang harus dikelolah dengan baik.

Adapun data yang berhasil pihak surveyor himpun sebagai laporannya kepada pemerintah daerah adalah pengunjung setelah berwisata ke Pagaralam memiliki nilai postif dengan 65,89 % Puas dan 27,13 sangat puas,dan kepuasan tertinggi menurut pengunjung merupakan keindahan alam dengan persentase sebesar 41,86 % puas dan 51,16 sangat puas.

Ditempat yang sama menyikapi hasil survei ini Kadis Pariwisata kota Pagaralam, Syamsul Bahri Burlian mengatakan bahwa survei yang disampaikan ini dianggap tidak mewakili seluruh objek wisata di Pagaralam karena hanya mengambil sampel beberapa objek wisata saja.

“Apalagi survei dilakukan dimusim sepi,karena perlu diketahui bahwa pengunjung ke Kota Pagaralam hanya berdasarkan musim yakni musim libur,”sergah Syamsul.

Dikatakan Syamsul,waktu yang baik untuk melakukan penelitian atau survei seharusnya dilakukan dari bulan Desember hingga Januari.

“Karena pada bulan tersebut terjadi lonjakan pengunjung ke Pagaralam,bahkan tidak bisa dihitung atau di lakukan penelitian,”ucapnya.

Wakil Walikota Pagaralam M.Fadli mengatakan seharusnya survei ini dilakukan berdasarkan hulunya yakni On the spoot atau titik dilapangan

“Karena biasanya data hasil survei memang tidak sesuai dengan lapangan,”tukasnya.

Namun, dengan adanya survei ini juga menjadi masukan yang baik bagi Pemkot Pagaralam untuk terus berbenah sehingga sektor Pariwisata di Pagaralam.

“Apalagi Pagaralam saat ini sudah masuk dalam destinasi wisata nasional,”tukasnya.

Related posts

Leave a Comment