EKONOMIHEADLINENASIONAL

Endang, Pasarkan Salak Dempo Secara Online

PAGARALAM ONLINE—Petani tidak boleh bodoh. Itulah prinsip hidup Endang Efendi, petani salak sukses di Kota Pagaralam. Menurut Endang,  meskipun tinggal di kebun, petani harus tetap banyak membaca dan belajar serta memanfaatkan teknolog informasi, seperti internet. Ya, sudah saatnya petani akrab dengan internet.

Endang memang sosok yang tidak pernah puas.  Ddengan produksi tanaman salak Dempo yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, dia masih terus berpikir bagaimana meningkatkan income.  Saat ini, luas lahan kebun salak  yang sudah panen mencapai 5 ha dengan produksi mencapai1 ton /hektarnya.

“Kalau produksinya Alhamdulillah lumayan banyak,. Saat ini yang perlu dipikirkan adalah pemasarannya,’’ ujar Endang Efendi kepada Pagaralam Online.

Endang yang ditemui di di kios salak miliknya di Kelurahan Rejosari, Kecamatan Pagaralam Utara menjelaskan, selama ini dirinya agak kesulitan menjual salak dalam bentuk buah segar. Mengingat pembelinya juga terbatas lantaran buah salak berbeda dengan buah-buahan lain, seperti pisang, mangga, jeruk dan lainnya yang hampir semua orang menyukainya.

Baca Juga  Mau Jadi Anggota Panwascam ? Ini Tanggal Rekrutmennya

“Karena itulah, kami mulai terpikir untuk mengolah buah salak . Selain menjual dalam bentuk buah segar juga menjual salak yang sudah diolah menjadi keripik, dodol dan lainnya,’’ papar yang merantau dari Garut ini.

Endang mengungkapkan, setelah mendapatkan suntikan pinjaman modal sebesar Rp 30 juta dari PTPN VII  pada tahun 2011, maka dia mulai mengembangkan usaha pengolahan  buah salak, yaitu  keripik salak dan dodol salak. Cara pembuatannya ia pelajari melalui internet. Namun karena bahan bakunya sudah berupa salak organik maka dodol dan keripik salak diproduksi tanpa bahan pengawet sehingga daya tahannya bisa dua bulan.

Jika penjualan salak dilakukan secara tradisional dengan memajangnya di kios di tepi jalan, maka penjualan keripik dan dodol lebih banyak via internet. “Bisa pesan secara online, barang sampai baru dibayar atau sebaliknya,” kata dia.

Baca Juga  Ratusan Petani Kentang Pagaralam Sukses Jadi Mitra PT.Indofood Fritolay

Produksi dodol dan keripik salak dikelola istrinya, Sutini, sementara Endang fokus mengembangkan budidaya salak di kebun dengan dibantu 3 pekerja. Sementara untuk memproduksi keripik dan dodol salak, istrinya mempekerjakan 5 orang.

Atas kepeloporannya itu Gubernur Sumsel memberinya penghargaan sebagai petani perintis penanaman salak di Sumsel. Lalu, bersama istrinya, Endang sering diikutkan dalam promosi baik oleh PTPN VII maupun Pemerintah Kota Pagaralam di berbagai kota di Tanah Air.

Lalu untuk mendukung pemasaran salak organik dengan merek dempo yang diproduksinya, Endang juga mengurus Sertifikat Organik dari Lembaga Sertifikasi Organik Sumatera Barat. “Jadi, buah salak kami dijamin tak mengandung residu bahan-bahan kimia,” tegasnya.

Diolah dari  sumber situs raja organik

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Check Also

Close
Close