Ditolak Kerja di RSUD Besemah, Anak Walikota Ngabdi di Empat Lawang

PAGARALAM—Sudah hampir setahun dr. A. Tagar Riagun, SpOG, bekerja  di RSUD Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang. Tagar adalah satu-satunya dokter spesialis kandungan yang mau mengabdikan diri di daerah pecahan kabupaten Lahat yang berbatasan dengan Provinsi Bengkulu tersebut. RSUD Tebing Tinggi, tempat Tagar bekerja jaraknya sekitar 350 Km dari Kota Palembang.

Sekilas tidak ada yang menyangka bahwa dr Tagar Riagun SpOG adalah anak  Walikota Pagaralam, dr Hj. Ida Fitriati Basyuni MKes. Pembawaanya low profile, kalem dan tenang. Tidak terlihat pria berkacamata minus menunjukkan putra orang nomor satu di Kota Pagaralam.  Dia bersikap biasa saja, jauh dari kesan jumawa, angkuh dan minta dihormati. Namun dibalik ketenangannya itu, dokter spesialis kandungan jebolan FK Unsri ini terihat cerdas dan periang.  Apalagi setelah ngobrol, tampak sekali dia begitu luas wawasannya. Tidak hanya sebatas dunia kedokteran, namun juga masalah seni budaya, politik bahkan seputar agama. Sifatnya yang humoris membuat siapa saja mudah merasa dekat dengan pria yang suka naik gunung ini.

Sebelum mengabdi di Empat Lawang, Tagar bekerja di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Widiyanti dan RSIA  Graha Mandiri di Palembang. Lalu pada Desember 2016, suami dr. Carolina  Hajir ini melamar menjadi tenaga kontrak dokter spesialis di RSUD Besemah, Kota Pagaralam.  Namun, lamaran Tagar ditolak menejemen RSUD Besemah.

“Saya tidak kecewa lamaran saya ditolak karena alasan pihak RSUD Besemah jelas, yaitu tenaga dokter spesialis kandungan  saat itu sudah ada dua orang dan belum penambahan anggaran,’’ ungkap Tagar.

Tagar menjelaskan, sebelum melamar kerja di RSUD Besemah saat itu, dirinya minta izin kepada ibunya , dr Hj. Ida Fitriati yang kebetulan adalah Walikota Pagaralam. “Mama mengizinkan. Namun beliau berpesan silakan melamar sendiri dan ikuti prosedur yang ada. Intinya, mama tidak akan menitipkan atau membuat memo kepada pihak RSUB Besemah agar menerima saya. Saya melamar sendiri dan mengikuti prosedur. Ternyata Alhamdulillah, lamaran saya ditolak..  hahaha,’’ ujar dokter yang suka berkebun ini.

Setelah lamarannya ditolak, Tagar sempat merasa kecewa. Namun pria kelahiran Palembang 21 Desember 1985 ini tidak menyerah dan tidak patah semangat.  Apalagi, setelah ibunya berpesan agar dirinya mencoba melamar ke rumah sakit lainnya. Satu hal lagi yang diwanti-wanti oleh ibunya bahwa memang tidaklah mudah masuk ke instansi pemerintahan. Selain itu, untuk memperoleh pekerjaan dan tidak boleh mengandalkan jabatan orang tua atau keluarga untuk mendapatkan pekerjaan.

“Mama selalu berpesan tidak boleh mentang-mentang anak walikota dan pejabat kemudian memperoleh keistimewaan. Semuanya harus sesuai prosedur dan ikuti aturan,’’ tegas Tagar menirukan pesan ibunya.

Tidak mau berlama-lama “nganggur”, Tagar  pun mencoba mencari informasi di sejumlah RSUD kemungkinan tenaganya dibutuhkan. Beruntung, tidak lama kemudian dia memperoleh informasi bahwa RSUD Tebing Tinggi, Empat Lawang sedang membutuhkan tenaga dokter spesialis kandungan.

“ Akhirnya pada bulan Februai 2017 saya melamar ke RSUD Tebing Tinggi, Empat Lawang dan alhamdulillah diterima. Ternyata memang sejak tahun 2015, tenaga dokter spesialis kandungan kosong. Kabarnya tidak ada  dokter spesialis yang mau bertugas di Empat Lawang, mungkin alasannya karena lokasinya jauh dari Palembang,’’ ujar ayah Ahmad  Hadid Arsy Riagun ini.

Mengapa mau bekerja di RSUD Tebing Tinggi, Empat Lawang?

Tagar menjelaskan, setidaknya ada 3 faktor yang menjadi alasan dirinya mau bertugas di Empat Lawang. Pertama, sejak tahun 2015, tidak ada jasa pelayanan dokter spesialis kebidanan dan kandungan di RSUD Tebing Tinggi. Dia meras kasihan melihat warga Empat Lawang yang berobat ke rumah sakit setempat  terpaksa dirujuk  rumah sakit di Lubuk Linggau, Lahat dan Pagaralam.

“Alasan kedua, yaitu alasan historis , karena ketika masa kecil pernah tinggal di Empat Lawang ikut orang tua yang saat itu penempatan tugas di Empat Lawang, yaitu di Puskesma Lesung Batu, Talang Padang dan Tebing Tinggi,’’ ujar pria yang hobi membaca biografi tokoh-tokoh besar ini.

Alasan ketiga, kata Tagar, adalah karena lokasi Empat Lawang dekat dengan kampung halamannya, Kota Pagaralam. Sehingga selain bisa mengabdikan diri sabagai dokter,  dia bisa banyak bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabatnya di Pagaralam.

“Alhamdulillah, hampir setiap hari saya pulang pergi Pagaralam- Empat Lawang. Kadang-kadang pulang ke Pagaralam tengah malam setelah  habis operasi di rumah sakit Empat Lawang. Saya merasa nyaman-nyaman saja,’’ ujar pria yang suka  bela diri martial art dan pembina PS Macan Dempo ini.

 

 

 

 

 

Related posts

Leave a Comment