Dinilai Kurang Sosialisasi,Perwako Larangan OT Malam Hari Menuai Protes!

PAGARALAM ONLINE-Disepakatinya serta akan diberlakukannya revisi Peraturan Walikota (Perwako) Nomor 30 Tahun 2016 tentang pelarangan penggunaan alat musik Organ Tunggal (OT) di acara perayaan pada malam hari menuai protes sebagian warga.

Protes warga ini lantaran menilai pemberlakuan revisi itu dikatakan tanpa melalui proses sosialisasi terlebih dahulu dan dirasa semena-mena.

“Seharusnya sebelum di sahkan perwako itu disosialisasikan terlebih dahulu biar pemerintah daerah tahu bagaimana tanggapan maupun respon warga,terutama bagi kami yang sebentar lagi bakal mengadakan hajatan malam dan hiburannya menggunakan OT dan biaya sewa OT itu sudah lunas kami bayar,”keluh narasumber yang tidak mau disebutkan identitasnya kepada Pagaralam Online (17/09)

Menanggapi hal ini,walikota Pagaralam Alpian Maskoni SH mengatakan pemberlakuan revisi Perwako nomor 30 tahun 2016 tentang pelarangan penggunaan alat musik OT pada malam hari sudah melalui proses diskusi serta kajian bersama melibatkan beberapa pihak diantaranya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan beberapa pihak lainnya dan dirinya akan menugaskan Lurah untuk mensosialisasikan hal ini langsung kemasyarakat.

“Kalau ada yang pro atau kontra itu wajar dan saya rasa soal ini sudah banyaklah yang tahu sebab sudah sejak 6 bulan ini kami mengadakan diskusi melibatkan tokoh masyarakat,FKUB juga pihak lain dan hari ini memang tahap pengambilan keputusan dan tugas Lurah nantinya untuk mensosialisasikan ini kepada masyarakat,”sampainya (17/09)

Diberitakan sebelumnya hari ini Selasa (17/09/2019) diruang rapat Besemah I,Pemkot Pagaralam dalam hal ini walikota dan wakil walikota Pagaralam bersama beberapa pihak diantaranya tokoh masyarakat,tokoh agama dan beberapa pihak lain mencapai kesepakatan untuk merevisi Perwako nomor 30 tahun 2016 tentang pelarangan penggunaan alat musik elektronik dari yang sebelumnya berdasarkan Perwako tersebut dibatasi hingga pukul 10 malam direvisi hanya diperbolehkan mulai pukul 06.00 pagi hingga pukul 05 sore dan malam harinya tidak diperbolehkan sama sekali.

Dalam pertimbangannya,pemberlakuan revisi tersebut adalah sebagai langkah untuk menekan angka kriminalitas yang dapat terjadi di arena hiburan malam Organ Tunggal seperti peredaran narkoba,minuman keras atau tindak kriminal lainnya oleh oknum masyarakat.

Sementara Plt Kabag Hukum Rangga Eka J menyampaikan,revisi Perwako Nomor 30 tahun 2016 tentang penyelenggaraan perayaan yang menggunakan alat musik elektronik, akan ditandatangani paling lambat pada Jumat 20 September 2019. Setelah Perwako resmi ditandatangani, Pemkot Pagar Alam sudah mulai sosialisasi kepada masyarakat Pagar Alam.

 

 

 

 

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.