Dinas Pariwisata Pagaralam Dituding Ada Main Dengan Pemenang Tender Proyek Rehab Villa dan Hotel Gunung Gare Tahun 2015

PAGARALAM ONLINE – Kembali Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Pagaralam di tuding bermain di balik proyek besar di tahun 2015.

Tudingan ini di lontarkan ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Control Keuangan dan Pembangunan Aset Negara (LCK PAN) kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Pagaralam terkait proyek Perehaban dan Peningkatan Fasilitas Hotel dan Villa Gunung Gare tahun anggaran 2015 senilai 5 Miliar lebih.

Kepada Pagaralam Online Sabtu (5/11/2016) ketua LSM LCK PAN,Al Kahfi mengungkap adanya dugaan kecurangan yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan,panitia lelang bersama pihak pemenang tender PT.Silampari Pratama Kencana.

Dugaan kecurangan dan permainan yang tudingkan oleh Al Kahfi diantaranya adanya dugaan suap oleh pihak pemenang tender kepada panitia lelang,Kepala Dinas Pariwisata,PPK dan PPTK proyek,panitia penerima hasil pekerjaan,kepala ULP dan konsultan pengawas untuk memenangkan proyek tersebut.

“Patut di duga semua pihak yang terlibat dalam proyek tersebut menerima suap dari PT.Silampari Pratama Kencana untuk memenangkan tender itu,” ujarnya Sabtu (5/11/2016)

Menurut Al Kahfi tudingan yang dilontarkannya berdasarkan penulusaran LSM LCK PAN dilokasi pengerjaan proyek dimana pihaknya menemukan adanya ketidak cocokan antara dokumen proyek yang mereka pegang dengan kenyataan di lapangan termasuk didapati beberapa item didalam dokumen proyek yang di duga tidak dilaksanakan pembangunan fisiknya oleh pihak pemenang tender.

“Adapun item fisik yang diduga tidak dilaksanakan oleh pelaksana proyek sesuai dengan dokumen lelang bab 4 yang kami punyai diantaranya rehab lobby dan restoran (penambahan balkon dan lantai belakang,panggung pertunjukan di ex hotel 2 lantai,pembangunan 2 unit vjlla VIP,rehab dan peningkatan fasilitas mess remaja,rehab dan peningkatan fasilitas dapur umum/dapur kotor,pembangunan 2 unit gazebo di depan villa VIP,rehab pendopoan aula MTQ,rehab dan peningkatan villa ex MTQ 12 unit nomor 1 sampai 12,rehab dan peningkatan villa ex MTQ 2 unit nomor 15 dan 17,rehab dan peningkatan villa MTQ nomor 10 unit nomor 19 sampai nomor 29,” ungkapnya.

Kemudian tudingan adanya dugaan permainan antara pihak panitia lelang dan Dinas Pariwisata kota Pagaralam dengan pihak pemenang tender didasarkan pada temuan pihaknya soal tidak perpenuhinya syarat PT Silampari Pratama Kencana untuk ikut menjadi peserta lelang karena PT tersebut di duga tidak mempunyai sertifikat manajement mutu perusahaan ISO 9001 yang wajib dipenuhi peserta lelang.

“Kami juga menemukan bukti dugaan bahwa pemenang tender itu tidak mempunyai sertifikat ISO 9001 yang di syaratkan dalam dokumen lelang bab V lembaran data kualifikasi (LDK),dan yang saya lebih heran lagi PT Silampari Pratama Kencana memenangkan tender proyek itu dengan hanya menawar kurang dari satu persen dari nilai HPS yaitu hanya sebesar Rp 23.9 juta sementara peserta lelang lain mampu menawar jauh dari itu sehingga saya menduga pemenang tender ada main dengan panitia dan dinas pariwisata “ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Pagaralam Syamsul Bahri Burlian melalui Kabid Pariwisata, Berlian ketika di konfirmasi Selasa (8/11/2016) membantah semua tudingan yang dialamatkan kepada dinasnya.Namun dia juga mengakui bahwa ada sebagian proses pengerjaan proyek dilakukan CCO (Contract Charge Order) karena keterbatasan dana yang tersedia.

“Proyek itu memang kita lakukan CCO tapi CCO yang kita lakukan itu sudah sesuai aturan dan tidak melebihi nilai batasnya,” ujarnya.

Kepada Pagaralam Online dia menegaskan bahwa seluruh proses lelang maupun dokumen pendukung proyek rehab dan peningkatan fasilitas hotel dan villa Gunung Gare tahun 2015 tersebut sudah sesuai dengan aturan. Kemudian juga seluruh item fisik pembangunan semuah sudah sesuai dengan dokumen lelang maupun dokumen proyek sehingga pelaksanaan proyek tersebut tidak ada yang bermasalah.

“Tidak benar jika kami memanipulasi data maupun dokumen proyek dan saya tegaskan seluruh item fisik proyek tersebut sudah sesuai dengan kontrak kerja dengan pihak pelaksana,”tegasnya.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.