Didepan Ribuan Guru, Buk Ida Ucapkan Terima Kasih

Paparkan Kesuksesan Turunkan Angka Kemiskinan

PAGARALAM ONLINE–  Walikota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati Basjuni, bertemu dengan para ribuan guru SD/MI, SMP/MTS, dan SMU/SMK se-Kota Pagaralam, Selasa (16/’18). Tujuannya, selain bersilaturahmi, juga berpamitan – sehubungan dengan masa tugasnya sebagai Walikota Pagaralam yang akan berakhir bulan April 2018 ini.

Pertemuan dilakukan di kampus Universitas Muhammadiyah, Kelurahan Keban Agung, Kecamatan Pagaralam Utara. Acara dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pagaralam, Drs Marjohan Derah SPd, Ketua DPD Muhammadiyah H Dimyati Rais, serta sekitar 1.500 an guru SD/MI, SMP/MTS, dan SMU/SMK  yang bertugas di Kecamatan Pagaralam Utara dan Pagaralam Selatan.

Hal tersebut dilakukan Hj Ida Fitriati, mengingat selama ini para guru memiliki tempat yang spesial di hatinya. Ida Fitriati merasa selama ini sudah banyak bekerja sama dengan kalangan guru dalam menanamkan nilai-nilai luhur serta moralitas kehidupan yang baik kepada para anak didik.

Dalam sambutan singkatnya, Hj Ida Fitriati sekilas memaparkan persoalan, pencapaian, dan keberhasilan yang diraihnya dalam masa lima tahun kepemimpinanan. Antara lain disebutkan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Tahun 2015, angka penduduk miskin di Kota Pagaralam paling rendah atau menduduki urutan ke-17 dari 17 kabupaten dan kota se-Sumsel.

Angka kemiskinan Kota Pagaralam menurut BPS Sumsel sebesar 9,64% pada tahun 2015 dan menurut BPS Kota Pagaralam tahun 2016 angka kemiskinan turun lagi menjadi hanya 9,19 %. Angka kemiskinan yang ada di Pagaralam ini jauh di bawah angka kemiskinan Provinsi Sumsel yang berada di angka 13,39% atau sebanyak 1.086.500 jiwa.

Data BPS Kota Pagaralam tahun 2016 menunjukkan, tren jumlah penduduk miskin di Pagaralam selama empat tahun mengalami penurunan, yaitu 9% (2013), 8,90% (2014), 9,64% (2015) dan 9,19% (2016). Selain angka kemiskinan yang mengalami penurunan, data BPS juga menunjukkan bahwa tren jumlah angka pengangguran terbuka di Kota Pagaralam mengalami penurunan yang signifikan, yaitu 7.041 jiwa (2013), 4.810 jiwa (2014) dan 3.530 (2015). “Pencapaian dan keberhasilan seperti ini tidak terlepas dari peran guru, karena taraf hidup masyarakat sangat tergantung dari kualitas pendidikan. Sedangkan kualitas pendidikan tergantung pula pada kualitas dan dedikasi para guru,” kata Ida Fitriati.

Dalam kesempatan itu, Hj Ida Fitriati juga memohon maaf, bila selama menjadi walikota – baik secara pribadi maupun kedinasan tindakannya dirasa kurang berkenan. “Sebagai manusia, saya tentu tidak luput dari kesalahan. Untuk semua itu saya memohon maaf sedalam-dalamnya,” kata Ida Fitriati.

Ketua PD Muhammadiyah Kota Pagaralam, H Dimyati Rais, merasa gembira bangunan kampus Universitas Muhammadiyah yang pembangunannya belum sepenuhnya selesai tersebut digunakan untuk acara tersebut.

Menurut Dimyati Rais, keberadaan guru di Pagaralam sungguh terasa manfaatnya dalam membimbing dan mencetak genarasi muda Pagaralam menjadi manusia-manusia yang cerdas dan tangguh, terlebih menghadapi kemajuan zaman yang tak terelakan ini.

“Saya pribadi menaruh rasa hormat dan apresiasi yang tinggi terhadap para guru. Karena itu, saya rela dan ikhlas ketika dimintai izin agar bangunan kampus digunakan untuk acara ini. Dan bukan kali ini saja, kapan pun para guru membutuhkan, saya akan izinkan, sepanjang bermanfaat untuk menunjang kegiatan pendidikan, “ kata pria yang sering dipanggil Pandin ini

Related posts

Leave a Comment