Buk Ida Tinjau Irigasi Lematang, Progres Capai 55%

Pagaralam Akan Surplus Beras 32.000 Ton

PAGARALAM ONLINE—Pembangunan proyek Irigasi Lematang di Kecamatan Dempo Tengah terus dikebut. Saat ini pengerjaanya sudah mencapai sekitar 55  persen. Proyek irigasi terbesar di Kota Pagaralam yang pembangunannya menelan dana Rp 273 miliar ini diprediksi akan rampung sekitar awal atau akhir tahun 2018 mendatang.

Untuk memastikan proyek tersebut tepat waktu, kemarin Rabu (3/1), Walikota Pagaralam, Hj, Ida Fitriati Basjuni meninjau langsung lokasi proyek pembangunan Irigasi Lematang yang terletak di Dusun Jokoh Kecamatan Dempo Tengah.  Setelah selesai, Irigasi Lematang  diperkirakan akan mampu mengairi sekitar 3.000 hektare  sawah  yang tersebar di Kecamatan Dempo Tengah dan Dempo Selatan.

Menurut Ida Fitriati, jika produktivitas setiap hektare sawah mencapai 6 ton Gabah Kering Giling (GKG), maka setelah Irigasi Lematang beroperasi akan akan  penambahan produksi beras atau GKG sebanyak 3.000 ha x 6 ton = 18.000 ton GKG per tahunnnya.  Saat ini produksi beras/GKG Kota Pagaralam mencapai 42.000 ton  per tahun. Sehingga total produksi setelah Irigasi  Lematang selesai diprediksi menjadi 42.000 ton + 18.000  ton = 60.000  ton /tahun.
“Sedangkan kebutuhan Kota Pagaralam hanya 28 ribu ton. Itu artinya  Kota Pagaralam tidak hanya telah mencapai swasembada beras melainkan sudah mengalami surplus beras 32.000 ton per tahun,’’ jelas Ida.

Menurut Buk Ida—sapaan akrab Ida Fitriati–, proyek Irigasi Lematang ini sangat strategis dan memang sudah sangat lama dinantikan masyarakat Kota Pagaralam. Bahkan proyek Irigasi Lematang tersebut sudah digagas sejak tahun 1940. Berkat kerja keras dan kepedulian pemerintah, akhirnya tahun 2015 lalu proyek tersebut mulai dikerjakan.

“Alhamdulillah impian masyarakat Kota Pagaralam segera terwujud. Kita harapkan semuanya berjalan lancar. Mari sama-sama kita saling mendukung, bahu membahu untuk mewujudkan Irigasi Lematang yang sudah lama dinantikan ini. Tujuan pembangunan Irigasi Lematang ini semata-mata untuk membantu masyarakat Kota Pagaralam . Kita ingin membantu masyarakat, terutama petani Pagaralam yang selama ini kesulitan air untuk menggarap sawah’’ jelas  Ida.

Buk Ida mengharapkan, dengan adanya Irigasi Lematang tersebut, maka lahan pertanian di Kecamatan Dempo Tengah dan Dempo Selatan yang sangat luas  tersebut akan lebih optimal. Mengingat selama ini lahan pertanian di dua kecamatan tersebut selalu mengalami kesulitan air.

“Kita salut akan pemikiran masyarakat pada jaman dahulu. Dimana, pada tahun 1940 pembangunan Irigasi Lematang ini sudah dirancang, namun belum terlaksana. Untuk itulah, pada 2015 lalu, perencanaan tersebut diwujudkan untuk mendukung target swasembada pangan,” beber Ida.

Ida mengungkapkan, jika pembangunan Irigasi Lematang ini rampung dan semua sawah teraliri air secara merata, maka tahap berikutnya akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Namun, untuk pembangunan pembangkit listrik ini harus melalui pengkajian dan perhitungan terlebih dahulu. Dimana, debit air yang terpakai untuk irigasi dengan yang dikembalikan ke Sungai Lematang akan dihitung. Jika bisa digunakan, maka akan dikembangkan untuk pembangkit.

“Untuk membangun irigasi ini butuh perjuangan dan dukungan semua pihak. Apalagi, pemanfaatan irigasi ini tidak lain untuk masyarakat Kota Pagaralam,” tegasnya.

 

Related posts

Leave a Comment