Buk Ida Jelaskan Lapik 4 Merdike 2 depan ribuan murid

Membaca Bersama Walikota Pagaralam, Hj Ida Fitriati Basjuni

PAGARALAM– Dihadapan tidak kurang dari 20.000 siswa-siswi SD, SMP, SMU, SMK, serta pesantren yang datang dari segenap penjuru, Walikota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati Basjuni MKs membacakan artikel bertajuk “Lampek Empat Merdika Due, Demokrasi ala Besemah, Tolak Pemerintah Otoriter , Usung Musyawarah Mufakat”, Senin pagi, 27 November 2017, di Alun Alun Utara Kota Pagaralam.

Acara dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang diwakili Amarullahil Karim SPd , Kakanmenag Pagaralam, H. Win Hartan, Ketua PD Muhammadiyah Pagaralam, H. Dimyati Rais , Ketua PGRI Kota Pagaralam H. Holidi SPd, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Pagaralam Jaja SH, Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Dwi Hartono Sik MH, General Manager (GM) PagaralamPos Almi Diansyah, Ketua PWI Kota Pagaralam Asnadi M Aridi. Hadir pula para tokoh agama, tokoh masyarakat serta ribuan guru.

Suara jernih dan tegas Walikota yang akrab disapa Buk Ida itu mampu menyihir para audien yang memenuhi lapangan Alun-alun Utara Kota Pagaralam. Para siswa hening dan takzim menyimak acara Membaca Bersama Walikota yang merupakan kerja bareng antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kakanmenag serta Harian PagaralamPos. Acara itu sendiri dilaksanakan masih dalam rangka menyambut Hari Guru Nasional (HGN) dan hari jadi PGRI ke-72.

Artikel berjudul “Lampek Empat Merdika Due, Demokrasi ala Besemah, Tolak Pemerintah Otoriter , Usung Musyawarah Mufakat”, yang dimuat Koran PagaralamPos tersebut, antara menguraikan kearifan lokal sistem politik (pemerintahan) masyarakat Besemah tempo doeloe yang masih dianggap relevan diterapkan di Kota Pagaralam terkini. Karena di dalamnya tersirat penolakan terhadap nilai-nilai yang bertentangan dengan nilai Pancasila dan UUD 1945, seperti sistem pemerintahan yang otoriter dan lain sebagainya.

Dalam sambutan singkatnya, Hj Ida Fitriati Basjuni mengimbau para pelajar untuk terus mengembangkan tradisi membaca yang selama ini sudah berjalan dengan baik. “Iqro iqro, bacalah-bacalah, karena hanya dengan membaca kita dapat meluaskan wawasan. Bahan bacaan seperti koran, majalah, atau buku adalah jendela dunia. Apa yang tertulis dalam media itu mengandung kebenaran yang dapat dipertanggung-jawabkan. Hindari terlalu banyak membaca postingan-postingan di internet yang sumbernya tidak jelas, karena di sana banyak tulisan mengandung kebohongan atau hoax,” kata Buk Ida.

Di penghujung acara, Walikota Hj Ida Fitriati sempat menyaksikan acara di mana panitia membagikan banyak door prize antara lain berupa beberapa buah sepeda gunung serta uang tabungan. Khusus untuk hadiah uang tabungan, untuk 20 orang pemenang, masing-masing senilai Rp 200.000,- merupakan sumbangan dari tokoh masyarakat, H Dimyati Rais.

Ketua PD Muhammdiyah Pagaralam, H. Dimyati Rais mengatakan sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan yang diselenggarakan lantaran memberikan pendidikan, pengetahuan dan pencerahan kepada seluruh anak sekolah tentang bagaimana demokrasi yang baik diterapkan di Bumi Besemah pada zaman dulu. “Ada nilai-nilai luhur yang baik yang perlu kembali kita tanamkan kepada generasi muda Pagaralam, termsauk bagaimana berdemokrasi yang sehat, damai penuh etika,’’ ujar pria yang akrab dipanggil Pandin ini.
Hal senada disampaikan Ketua PC Nahdatul Ulama Kota Pagaralam, H. Win Hartan. Menurut Win, kegiatan membaca bersama walikota tersebut sangat penting untuk menjaga kearifal-kearifal lokal warisan pendahulu di Bumi Besemah ini.
:Kami warga nahdliyin sangat mengapresiasi acara tersebut,’’ ujarnya.

 

Related posts

Leave a Comment