Buk Ida Hadiri Launching Kedai Kopi Asmara

PAGARALAM ONLINE. Ada kabar gembira buat anak-anak muda Kota Pagaralam. Mulai hari ini, Sabtu (10 Maret 2018) kalian yang suka minum kopi enak dan kuliner  “nyeleneh” macam Nasi Gudeg Manjah, bakso dan sosis bakar, boleh tuh singgah di Kedai Kopi Asmara, berada di sebuah ruko terletak di Jalan Gunung (samping Karaoke Chacha).

Sambil menikmati aneka macam kopi olahan kopi dan menu jajanan yang cukup komplet, kalian juga dapat menikamati alunan live musik yang dapat mengendurkan urat saraf sehabis lelah bekerja.

Peresmian (launching) mulai dibukanya untuk umum Kedai Kopi Asmara, dilakukan dengan pembacaan doa, pemotongan tumpeng dan dihadiri puluhan anak yatim dari Panti Asuhan Rumah Berbagi, Tanjung Aro, Kelurahan Pagaralam Utara. Tampak pula hadir dalam acara tersebut, walikota Pagaralam (nonaktif), Hj Ida Fitriati Basjuni, Hermansyah (owner), dr Muhammad Tagar Riagun SpOG, serta masyarakat setempat.

Menurut Hermansyah, dibukanya Kedai Kopi Asmara itu, tidak lain merupakan sumbangsih kecil dari keluarganya untuk Kota Pagaralam yang dinilainya sudah mulai menggeliat menjadi daerah wisata yang cukup diperhitungkan di Sumatera Selatan.

“Semoga dengan hadirnya Kedai Kopi Asmara ini, Kota Pagaralam makin bertambah ramai, dan makin menarik minat wisatawan untuk datang ke Pagaralam. Untuk masyarakat Pagaralam sendiri, setidaknya kedai kopi ini dapat menjadi alternatif dari kedai kopi dan cafe-cafe yang sudah ada sebelumnya,” kata putra asli Besemah yang kini masih berdomisili  di Palembang tersebut.

Hj Ida Fitriati yang didaulat untuk memberikan sambutan, mengaku gembira dengan diresmikannya Kedai Kopi Asmara ini. Hj Ida Fitriati merasa terkesan dengan penamaan yang terbilang nyeleneh seperti “Asmara”, “Gudeg Besemah Manjah”, “Ceker from Hell”, dan lain-lain.  Hal ini tidak lain merupakan gambaran kreativitas anak-anak muda Pagaralam yang mulai menyadari pentingnya strategi pemasaran (marketing) dari produk yang mereka buat.

“Kota Pagaralam sekarang memang sedang dikembangkan menjadi Kota Pariwisata. Kita punya banyak obyek wisata, punya banyak hotel, motel bahkan homestay. Yang agak kurang mungkin variasi kulinernya. Tetapi, masyarakat tampaknya sudah mulai menyadari kekurangan  tersebut. Sekarang rumah makan, kedai kopi dan cafe-cafe mulai bertumbuhan. Semoga, kehadiran Kedai Kopi Asmara dapat menjadi pelengkap dari yang sudah ada,” kata walikota nonaktif  yang kini sedang mencalonkan diri menjadi walikota Pagaralam untuk periode 2018-2023 tersebut.

Muhammad Rajasa, pengelola Kedai Kopi Asmara mengatakan, untuk sementara kedainya memang disediakan buat anak-anak muda Pagaralam. Harga minuman dan makanan pun dipatok relatif murah, agar terjangkau semua kalangan. Dalam mengelola kedai kopinya itu, Raja dibantu Yunita “si Gudeg Besemah Manjah” Sugianti.

“Selain sebagai kedai kopi, ke depan, tempat usahanya itu akan dikembangkan menjadi semacam wadah kegiatan anak-anak muda Pagaralam dalam mengembangkan bakat mereka dalam berkesenian, seperti musik, sastera dan teater,” kata Raja, anak Besemah yang lama tinggal di Jakarta.

Related posts

Leave a Comment