Berdalih Masalah Bisnis,Tika Warga Perumnas Nendagung Tegah Habisi Nyawa Ponia Dan Selvi.

PAGARALAM ONLINE – Walaupun masih merasakan duka,namun keluarga almarhuma Ponia (39) dan Selvia (13) warga kampung Gunung Gendang Pagaralam Selatan yang di temukan meninggal terapung di sungai Lematang kawasan Lekung Daun Kecamatan Pagar Gunung Kabupaten beberapa waktu lalu sedikitnya bisa merasakan lega.Pasalnya terduga pelaku pembunuhan ibu dan anak ini sudah berhasil di amankan pihak Polres Pagaralam beserta barang bukti kejahatannya.

Para pelaku pembunuhan keji ibu dan anak ini seperti terungkap pada press release yang dilakukan oleh Polres Pagaralam hari ini (Kamis 3/01) adalah Tika Herli (31) warga jalan Mangga Perumnas Nendagung kota Pagaralam,Riko Apriadi (20) warga desa Lesung Batu Empat Lawang dan M.Jefri Ilto Saputra (17) warga Perum Talanv Jering Bukit Santosa kota Palembang.

Dalam keterangan persnya Kapolres Pagaralam AKBP Tri Saksono Puspo Aji Sik MH kepada awak media menjelaskan bahwa kronologis kejahatan yang di lakukan oleh para pelaku dimana tersangka utama yakni Tika Herli yang sebelumnya telah saling mengenal dengan almarhuma Ponia mengetahui kalau korban yang bekerja di salah satu toko kue ini buta huruf namun mempunyai simpanan uang yang cukup banyak.Mengetahui hal ini,lalu pelaku mengelabui korban dengan cara mengajak korban untuk menyimpan uangnya di salah satu bank.Lantaran korban telah percaya dengan pelaku Tika,korban tidak menaruh kecurigaan dengan menyerahkan kartu ATM serta kode PIN miliknya sehingga pelaku Tika dengan leluasa menguras uang milik korban Ponia.

Mengetahui uang tabungannya telah di kuras oleh pelaku Tika,lalu korban berusaha meminta penjelasan dan meminta uang miliknya di kembalikan.Di duga lantaran aksinya di telah ketahui korban dan tak senang terus di tagih inilah,lalu pelaku Tika gelap mata dan merencanakan menghilangkan nyawa Ponia dengan cara mengajak Riko dan Jefri dengan imbalan uang 5 juta rupiah.

Masih menurut keterangan AKBP Tri Saksono,para pelaku kemudian menjemput korban Ponia yang saat itu di temani anaknya Selvi yang masih mengenakan seragam sekolahnya menaiki sebuah mobil yang mereka rental ke arah luar kota pada sore Jumat lalu,di sekitar kawasan liku Lematang sekira pukul 8 malam,pelaku Riko dan Jefri atas suruhan pelaku Tika menghabisi nyawa Ponia dengan cara di cekik dan pukul menggunakan sebatang kayu hingga meninggal dunia.Melihat ibunya di bunuh,Selvia anak Ponia berusaha melarikan diri namun berhasil di tangkap oleh para pelaku kemudian ikut di habisi nyawanya dan setelah keduanya di pastikan meninggal dunia,para pelaku lalu membuang kedua korban ke sungai Lematang persis di atas jembatan Endikat dan kemudian melarikan diri ke Palembang dan setelah itu ke Jakarta.

Sementara itu alibi para pelaku,terutama Tika Herli mengatakan bahwa korban Ponia lah yang mempunyai hutang kepadanya dan karena korban enggan membayar hutang tersebut maka dia kesal dan merencanakan untuk membunuh korban di bantu 2 rekannya yang lain.

“Terlepas dari alibi para pelaku kami berpegangan pada bukti bukti serta keterangan yang berhasil kami kumpulkan dan untuk itu kami menyimpulkan sementara bahwa ini adalah kasus pembunuhan berencana yang ancamannya hukuman mati atau penjara seumur hidup,”jelas AKBP Tri Saksono Puspo AJI Sik MH kepada awak media (03/01)

Related posts

Leave a Comment