SEPUTAR BESEMAH

Benda Peninggalan Belanda

PAGARALAMONLINE– Tak banyak masyarakat yang mengetahui, di wilayah Kelurahan Kance Diwe, Kecamatan Dempo Selatan terdapat benda dan juga bangunan bersejarah peninggalan Belanda.

Bahkan di Dusun Bandar dahulunya, pada zaman penjajahan Belanda merupakan ibu kota Pagaralam.

“Ya betul, dahulunya sekitar tahun 1928 Dusun Bandar merupakan ibu Kota Pagaralam di saat zaman Belanda,” ujar Agustianto, warga Dusun Bandar.

Dan di daerah Bandar tambah Agustianto, adalah pusat perdagangan dengan para pedagang dari China maupun Palembang.

“Kalau sekarang, pusat perdagangan itu, kira-kira berada di wilayah Dusun Lubuhan Bandar,” ungkapnya.

Masuk diperiode masa pemerintahan Belanda, untuk menguatkan dan menunjukkan di wilayah Dusun Bandar, terdapat diareal sawahnya, ada bekas dinding batu bangunan Belanda, tak lain merupakan bangunan obak atau penjara.

Baca Juga  Pagaralam Kotanya Anak Muda

“Ada pondasi batu bekas bangunan obak Belanda disini. Bukan hanya itu, di kawasan ini juga terdapat tempat pemandingan orang Belanda, karena menurut cerita orangtua, dahulunya daerah ini perumahan Belanda dan daerah SKIP, tempat latihan menembak tentara Belanda,” sebutnya.

Penguatan hal tersebut sambung Agustianto, ditemukan peluru timah, botol minuman dan keramik di kawasan ini.

“Saya kira masih banyak lagi benda-benda maupun bangunan peninggalan Belanda di Kota Pagaralam, termasuk juga benteng Belanda di Dusun Bandar. Kita sangat senang dengan adanya penelusuran Tim Kebudayaan ini, bagaimana pun juga sejarah indentitas bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pagaralam, Drs Marjohan Derah MPd, melalui Kabid Kebudayaan, Najamudin S.Pd M.Pd, didampingi Kasi Sejarah dan Tradisi, Nili Apriani S.Hum mengakui, penelusuran ataupun pendataan benda dan bangunan bersejarah, mengingat Kota Pagaralam sebagai kota perjuangan, jadi sangat diperlukan sekali, untuk mengetahui dimana saja, benda maupun bangunan tempat-tempat bersejarah di Pagaralam.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close