Belum Banyak Yang Tahu,Disini Ternyata Ibukota Pagaralam Tempoe Doeloe.

PAGARALAM ONLINE – Sebelum di berpusat di kawasan yang kita kenal saat ini.Ternyata penjajah Belanda pernah merencanakan membuat pusat pemerintahan di kawasan Dusun Bandar Dempo Selatan.

Penelusuran Pagaralam Online (2/8).Dilokasi ujung dusun tersebut tepatnya diareal perkebunan kopi milik warga setempat,masih terdapat sisa-sisa bangunan milik penjajah belanda ketika masuk kawasan tanah Besemah.

Bangunan yang dimaksud menurut penuturan warga setempat adalah Kantor Kontroelir (kantor administrasi) semacam kantor kecamatan yang membawahi wilayah tanah besemah secara keseluruhan kala itu.

Oleh kepala kontroelir Belanda yang bertugas membawahi kawasan Besemah itu.Kemudian melaksanakan tata pemerintahannya dan mulai membangun kantor pemerintahan dan perumahan bagi para staffnya.

Lanjut narasumber lain.Tak sekedar membangun pemerintahan.Tapi pemerintahan Belanda di tanah Besemah juga mejadikan kawasan ini benteng pertahanan dengan menempatkan meriam-meriam pertahanan yang kini hanya menyisakan puing-puing pondasinya saja.

“Benar jika dahulunya sekitar tahun 1928 Dusun Bandar merupakan ibu Kota Pagaralam di saat zaman Belanda,” Din (60) warga setempat (2/7).

Bahkan di daerah Bandar adalah pusat perdagangan dengan para pedagang dari China maupun Palembang. Pasalnya tepat dibelakang Dusun masih ada beberala kuburan orang cina.

“Pusat perdagangannya jika berdasarkan cerita nenek kami dulu ada di Dusun Lubuhan Bandar,” ungkapnya.

Pada masa pemerintahan Belanda, untuk menguatkan dan menunjukkan di wilayah Dusun Bandar, terdapat diareal sawahnya, ada bekas dinding batu bangunan Belanda, tidak lain merupakan bangunan penjara Belanda.

“Masih ada pondasi batu bekas bangunan Penjara Belanda disini. Bukan hanya itu, di kawasan ini juga terdapat tempat pemandian orang Belanda, karena menurut cerita orangtua, dahulunya daerah ini perumahan Belanda dan daerah SKIP, tempat latihan menembak tentara Belanda,” jelas Fitri warga yang rumahnya tepat berada dilokasi Benteng Belanda tersebut.

Bahkan dulunya banyak warga yang menemukan guci dan peralatan rumah tangga yang mewah dikawasan tersebut diduga milik para tentara Belanda. Tidak hanya itu warga juga menemukan peluru timah, botol minuman dan keramik di kawasan ini.

“Saya kira masih banyak lagi benda-benda maupun bangunan peninggalan Belanda di Kota Pagaralam, termasuk juga benteng Belanda di Dusun Bandar,”punkasnya.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.