Banyak Kader Golkar-PDIP Membelot, Dodi-Giri Makin Gembos

MARTAPURA—Kekuatan pasangan Dodi Reza Alex- Giri Ramanda Kiemas (Dodi-Giri) makin gembos. Satu persatu kader militan Partai Golkar dan PDIP membelot dan mengalihkan dukungan kepada paslon Herman Deru- Mawardi Yahya (HDMY).

Pembelotan yang dilakukan  mantan Ketua PDIP Sumsel, Eddy Santana Putra (ESP) , terus diikuti kader-kader lainnya, misalnya kader PDIP OKU Selatan, Jhon Kaltarasa dan rombongan serta kader Golkar Banyuasin, Novarizal dan rombongan. Terbaru, Lukman MD, kader  Golkar OKU Timur juga membelot dan menyatakan dukungan penuhnya terhadap pasangan HDMY. Mantan Ketua DPC PKB Kota Pagaralam, Tajeri juga mencabut dukungan terhadap Dodi-Giri.

Kepada awak media, Lukman MD, Tim pemenangan DPD Partai Golkar OKUT menjelaskan, keputusannya mendukung pasangan HDMY sangatlah logis.  Dia sangat mengenal sosok Herman Deru yang 10 tahun memimpin OKU Timur dan menghantarkan OKUT menjadi kabupaten maju dan sejahtera.

“Pak  Herman Deru adalah sosok pemimpin yang sangat bermasyarakat dan sangat mudah ditemui oleh seluruh lapisan masyarakat. Saat beliau menjadi Bupati, rumah beliau selalu terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, ” ungkap Lukman.

Lukman yang mantan Kades Ulak Buntal , Kecamatan Belitang Mulya, OKUT menjelaskan saat pilkada sumsel 2013 dirinya all out mendukung Alex Noerdin.Namun demikian, pada Pilkada 2018 dia tidak mendukung pasangan Dodi-Giri . Alasannya, dia sama sekali tidak mengenal sosok Dodi Reza.

”Malahan saya lebih mengenal Mawardi Yahya sosok kader senior Golkar yg mendampingi pak HD yang saya dengar beliau senang bermasyarakat sama seperti pak HD, ” ungkapnya

Lukman menegaskan, dirinya  bersama keluarga besar sudah mempunyai tekad bulat tanpa tekanan dari siapapun untuk mendukung dan memenangkan pasangan HDMY pada 27 Juni 2018 mendatang.

“HDMY adalah pilihan sesuai hati nurani kami,’’ tegasnya.

Pengamat politik Sumsel, Ardiansyah Chaniago mengatakan, fenomena makin banyaknya kader PDIP dan Golkar se Sumsel yang membelot dan mendukung pasangan HDMY mengindikasikan bahwa pasangan Dodi-Giri tidak sepenuhnya diterima di internal Golkar dan PDIP. Sehingga muncul kesadaran kolektif dari kader PDIP dan Golkar untuk melakukan pembangkangan.

“Ini peringatan dan tanda-tanda buruk bagi pasangan Dodi-Giri. Gelombang pembangkangan dari hari ke hari makin banyak. Apalagi banyak kader yang terang-terangan membelot. Saya menduga kader yang membelot diam-diam jumlahnya jauh lebih banyak,’’ papar Ardiansyah Chaniago.

Related posts

Leave a Comment