Lahan perkebunan kopi makin tergerus

PAGARALAM ONLINE – Sejak beberapa tahun terakhir ini,kebutuhan perumahan di Kota Pagaralam terus meningkat.Hal ini terbukti banyaknya  perumahan yang dibangun pengembang selalu ludes terjual.

Tingginya minat warga yang ingin berinvestasi di bidang perumahan berimbas juga pada meningkatnya harga jual serta jumlah lahan atau tanah untuk perumahan.Dimana kini disetiap sudut kota Pagaralam banyak sekali warga yang ingin menjual kebun kopi atau sawah miliknya kepada para pengembang perumahan atau kepada perseorangan

Pantauan Pagaralam Online, bisnis jual beli tanah untuk perumahan atau di kenal dengan Kaplingan kini menjadai salah satu tren bisnis yang cukup banyak di geluti masyarakat.

Selain menggiurkan ternyata bisnis jual beli tanah kaplingan ini juga di pandang berdampak negatif terhadap perekonomian warga sendiri akibat banyak lahan pertanian produktif yang kini beralih fungsi menjadi pemukiman,sementara upaya perluasan areal perkebunan kopi atau persawahan yang ada tampaknya tak memungkinkan karena makin sempitnya lahan yang ada.

Menurut Jumaldi Djani ,Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kota Pagaralam, luas areal perkebunan kopi  di Kota Pagaralam pada tahun 2013 mencapai 8.323 hektar. Rinciannya  Kecamatan Pagaralam Utara  seluas 876 hektar, Pagaralam Selatan sekitar 709 hektar,  seluas 2.896 hektar di Dempo Utara, 2.970 hektar di Kecamatan Dempo Tengah dan sekitar 872 hektar  berada di Kecamatan Dempo Selatan.Sementara pendataan ditahun berikutnya luas areal tanaman kopi  berkurang menjadi seluas 7.576

Diduga pengurangan luas lahan perkebunan atau pertanian ini dikarenakan banyaknya warga yang menjual kebun miliknya untuk dijadikan lahan pemukiman atau perumahan dan jika terus dibiarkan bukan tidak mungkin suatu saat kota Pagaralam akan terus kehilangan lahan perkebunan dan pertanian akibat beralih fungsi.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.