EKONOMIHEADLINENASIONALSEPUTAR BESEMAH

Bandara Atung Bungsu Belum Dongkrak Investasi. Ini penyebabnya

 

Ekspor Sayuran ke Singapura Hanya Wacana  

PAGARALAM ONLINE—Keberadaan dan beroperasinya bandara Atung Bungsu tampaknya belum begitu berpengaruh terhadap masuknya investasi di Kota Pagaralam. Pasalnya, meskipun Bandara Atung Bungsu sudah beroperasi sekitar 3 tahun, namun sampai saat ini investasi masih minim. Kurangnya promosi peluang investasi diduga penyebab tidak banyak investor yang melirik Kota Pagaralam.

Pengamatan Pagaralam Online, dalam 3 tahun terakhir belum ada investor besar yang berinvestasi di Kota Pagaralam.  Investasi yang ada hanya dalam skala kecil dan menengah, itupun tidak terlalu banyak dan dilakukan pengusaha lokal. Pembangunan infrastruktur di Pagaralam masih bertumpu dan mengandalkan dana APBD dan APBN. Gairah ekonomi masih bersifat musiman mengandalkan produksi pertanian, terutama kopi dan sayur mayur.

Di Sumsel, arus investasi ke Kota Pagaralam masih tertinggal jauh dibanding dengan Kota Lubuklinggau dan Kota Prabumulih . Di dua kota yang lahir bersamaan dengan Pagaralam tersebut, investasi  swasta begitu terlihat dan mengubah wajah dua kota tersebut.

Ketika bandara Atung Bungsu belum dibangun,para  pejabat Pemkot Pagaralam sangat optimis dan gembar gembor bahwa dengan dibangunnya bandara, maka investator akan berbondong-bondong datang   ke Pagaralam.  Bahkan kala itu Walikota Pagaralam H. Djazuli Kuris menegaskan akan mengekspor sayur mayur dan bunga krisan ke Singapura melalui bandara Atung Bungsu.

Baca Juga  Buk Ida Jelaskan Lapik 4 Merdike 2 depan ribuan murid

Beberapa waktu lalu, Walikota Pagaralam, Ida Fitriati mengatakan akan ada investor dari 3 negara, yakni Belanda, Jerman dan Australia yang melirik kopi Pagaralam. Namun sayangnya sampai saat ini investor yang dijanjikan belum  juga datang.

Mantan Kepala Bappeda Sumsel, H. Noviarman Kailani mengatakan, untuk menarik investasi ke Kota Pagaralam, seharusnya Pemkot Pagaralam gencar melakukan promosi kreatif dan inovatif. “Termasuk mempromosikan infrastruktur yang sudah dibangun untuk mendukung investasi. Bandara Atung Bungsu adalah sebuah keunggulan yang harus dipromosikan,” ujar Noviarman kepada Pagaralam Online.

Menurut Noviarman, selain tersedianya infrastruktur yang baik, gairah investasi juga dipengaruhi oleh birokrasi yang ramah investasi, yakni regulasi yang tidak berbelit-belit, transparan dan punya kepastan hukum.  “Investor akan datang bila iklim investasi baik. Investor akan nyaman bila regulasinya tidak berbelit-belit,” jelas mantan anggota DPR RI ini.

Baca Juga  Herman Deru Akan Dirikan BUMD Agro Sumsel

Pengamat ekonomi  Kota Pagaralam, , H. Hardiansyah Bana menyarankan agar Pemkot Pagaralam membentuk dinas khusus yang menangani soal investasi. Sehingga ada bagian di Pemkot yang fokus dan concern soal bagaimana mendatangkan investasi ke Pagaralam.

“Sebenarnya ini perna kami usulkan. Namun sampai saat ini belum terealisasi,” ujar mantan anggota DPRD Kota Pagaralam ini.

Seperti diketahui, Bandara Atung  Bungsu diresmikan oleh Presiden SBY bersama lima proyek lainnya pada  Kamis, 27 Maret 2014 lalu. Pembangunan Bandara Atung Bungsu berlangsung sejak 2007 dan selesai hingga 2013. Biaya pembangunan Bandar Udara Pagaralam ini bersumber dari APBN sebesar Rp108,5 miliar dan APBD sebesar Rp217,9 miliar.

Walikota Pagaralam, Ida Fitriati mengatakan, selain itu mendongkrak investasi, keberadaan Bandara Atung Bungsu bertujuan untuk mendongkrak pariwisata. Saat ini  Bandara Atung Bungsu melayani penerbangan secara reguler 4 kali dalam seminggu dengan tujuan  Jakarta- Pagaralam dan Palembang- Pagaralam.

Foto : Kompas

Related Articles

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close