Atas Vonis Mati PN Pagaralam,Terdakwa Tika dan Riko Ajukan Banding.

 

PAGARALAM ONLINE – Pasca putusan vonis hukuman mati yang berikan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri kota Pagaralam kepada dua terdakwa Tika dan Riko dua orang yang didakwa telah membunuh almarhum Ponia dan Selvia pada Desember 2018 lalu,informasi yang didapat keduanya (Tika dan Riko_red) mengajukan Banding atas putusan tersebut.

Informasi yang didapat pengacara terdakwa Tika dan Riko telah dan sedang berproses mengajukan banding ke pengadilan Tinggi Palembang dan hal ini dibenarkan oleh Kejaksaan Kota Pagaralam melalui kasi Intel A. Gabriel.R. Ubleeuw,SH dan Geovani SH.

“Memori banding adalah hak mutlak bagi terdakwa dimana setelah diputus para terdakwa mempunya 7 hari untuk menyatakan sikap, banding atau tidak, 14 hari memori banding dan kontra memori banding dikirim ke pengadilan tinggi melalui panitera pengadilan negeri pagar alam ke pengadilan tinggi Sumsel di Palembang dalam hal ini yg banding pihak dari penasihat hukum, jaksa penuntut umum, menyatakan sikap balasan banding nya penasihat hukum dengan mengajukan juga kontra memori banding,”jelas keduanya (30/08)

Sementara itu keluarga almarhum Ponia bereaksi keras atas rencana Banding para terdakwa dan menganggap vonis hakim PN Pagaralam sudah setimpal dengan perbuatan para terdakwa.

“Saya mengharapkan kepada pengadilan agar menolak banding tersebut, karena kami menilai vonis itu sudah sebanding dan sesuai dengan perbuatan para pelaku,”ucap Herma salah seorang keluarga almarhum Ponia (30/08)

Pembunuhan terhadap Ponia (49) dan Sevia (14) yang tak lain merupakan ibu dan anak ini terjadi Desember 2018 silam dimana para pelakunya diketahui adalah  Tika,Riko Jefri,ketiga telah menjalani sidang putusan yakni Tika dan Riko di vonis hukuman mati sementara Jefri dihukum 10 tahun penjara karena masih di bawah umur.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.