Asik,Petani Kopi Pagaralam Dibayar Rp 2000 Oleh Pemkot Untuk Setiap Tunas Stek Hidup.

PAGARALAM ONLINE – Program satu juta stek kopi yang dicanangkan pemerintah daerah saat ini mulai digulirkan.Tahap awal sebanyak 632 orang petani kopi yang terhimpun dalam 42 kelompok tani (Poktan) dari 5 kecamatan sekota Pagaralam sebagai penerima program hari ini (Kamis 10/10/2019) mendapat sosialisasi dari Dinas Pertanian yang dilaksanakan di balai kota.

Dalam arahannya kepada peserta sosialisasi,Kepala Distan kota Pagaralam, Gunsono Mekson didampingi Kabid Perkebunan Rudianto mengatakan bahwa sosialisasi ini bagian program 1 juta stek kopi yang dicanangkan pemerintah kota.

“Karena program ini akan mulai direalisasikan maka perlu di sosialisasikan kepada para penerima agar terjadi penyeragaman,”sampainya (10/10)

Dikatakannya untuk pelaksanaannya sendiri (penyetekan_red) dijadwalkan dalam waktu dekat dimana walikota Pagaralam langsung yang secara simbolis melaksanakannya bersama para petani penerima program.

Disampaikan Gunsono kepada para peserta sosialisasi bahwa mereka (petani kopi_red) dipersilahkan mencari dan memilih bibit tunasnya sendiri yang akan disambung stek ketanaman pokok miliknya dimana pemerintah kota akan membayar sebesar Rp 2.000, (dua ribu rupiah) untuk setiap tunas stek yang berhasil hidup.

“Silahkan para petani sekalian mencari bibit tunas yang sesuai atau cocok dengan tanaman pokok milik saudara sekalian dan untuk setiap stek tunas yang berhasil hidup pemerintah kota akan membayar kepada saudara-saudara sekalian sebesar Rp.2000,”jelasnya kepada peserta sosialisasi (10/10)

Selain itu lanjut Gunsono,pihaknya juga akan menyalurkan peralatan pendukung proses penyetekan berupa gergaji potong,gunting tanaman,pisau stek,plastik sungkup serta tali pengikat kepada setiap penerima sehingga menjadi satu-kesatuan dalam program ini.

“Tak hanya dibayar untuk setiap tunas yang berhasil hidup dikebun kopi milik saudara sendiri,namun saudara-saudara sekalian juga akan kami bantu dengan peralatan pendukung proses penyetekan seperti gergaji pemotong,gunting tanaman,pisau stek,plastik sungkup juga tali pengikat,”tambahnya (10/10)

Ditegaskan Gunsono kepada para peserta sosialiasasi,Dinas Pertanian juga membentuk tim pengawas yang tugasnya memonitor pelaksanaan program ini langsung ke petani-petani penerima bantuan.

“Untuk antisipasi kecurangan atau mungkin nanti ada oknum petani yang nakal,kita ada tim yang melakukan pengawasan apakah stek tersebut hidup atau tidak,serta dilakukan di waktu yang kita tentukan atau bukan,”tegasnya

Didepan awak media,Gunsono mengungkapkan bahwa tahun anggaran 2019 ini pemerintah kota Pagaralam melalui Dinas Pertanian mengucurkan sebesar Rp 2 Miliar lebih sehingga diharapkan program 1 juta stek kopi ini akan berhasil.

“Kita optimis sejuta stek kopi ini akan terealisasi di tahun ini,”pungkasnya.(10/10)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.