Aneh,Pemkot Pagaralam Buat Neraca Keuangannya Tak Seimbang.

PAGARALAM ONLINE – Rapat Paripurna 4 DPRD kota Pagaralam tahun 2019 memasuki tahapan tanggapan fraksi-fraksi terhadap Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Flapon Anggaran Sementara (KUA PPAS) tahun 2020 pemkot Pagaralam.

Dalam pandangan fraksinya,Kasno Fandri yang mewakili fraksi Bulan Bintang menyoroti ketidak seimbangan neraca keuangan yang disampaikan oleh Pemkot Pagaralam untuk tahun 2020 mendatang.

Disampaikan Kasno,berdasarkan pidato pengantar nota keuangan KUA PPAS yang disampaikan oleh walikota Pagaralam pada senin kemarin (13/05),pihaknya menilai bahwa rencana belanja dan pendapatan pemkot Pagaralam tahun 2020 mendatang terdapat Defisit yakni ketidak sesuaian antara rencana pendapatan dan rencana belanja dimana berdasarkan pidato tersebut didapat keterangan bahwa proyeksi pendapatan daerah pada 2020 mendatang sebesar Rp 700 Miliar lebih berbanding terbalik dengan rencana belanja sebesar Rp 800 Miliar lebih.

“Kami melihat adanya ketidak seimbangan antara proyeksi pendapatan dan rencana belanja dimana kami menilai KUA PPAS ini terdapat defisit,jadi mohon penjelasan kenapa ini bisa terjadi dan apa penyebabnya,”sampainya (14/05)

Perlu di ketahui,dalam pidato pengantar KUA PPS oleh walikota Pagaralam Alpian Maskoni disampaikan bahwa proyeksi pendapatan daerah kota Pagaralam tahun 2020 yakni sebesar Rp 799 miliar lebih yang bersumber dari dana perimbangan,penerimaan sektor pajak,Dana Alokasi Umum (DAU),Dana Alokasi Khusus (DAK) serta pendapatan lain-lain yang sah.

Sementara rencana belanja daerah yang di rencanakan sebesar Rp 800 Milar 387 juta lebih sehingga terdapat selisih sebesar Rp 500 juta.

Ketidak seimbangan neraca antara proyeksi pendapatan dan rencana belanja ini lah yang juga membuat sebagian masyarat bingung serta sangsi soal bagaimana cara pemkot Pagaralam mengelola keuangannya.

“Kami minta pemkot Pagaralam tranfaran dalam menyampaikan,mengelolah serta melaporkan sumber keuangan juga tentang pemanfaatan keuangan tersebut hal ini penting sebab ini menyangkut pengelolaan kekayaan negara yang bersumber dari uangnya rakyat,dan kami akan ikut mengawasinya,”ujar Farul kepada Pagaralam Online (14/05)

Sementara itu,PLT Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) kota Pagaralam Iwan Mieke Wijaya ST kemarin (Senin 13/05) mengatakan bahwa tahun 2019 ini hingga 2020 nanti keuangan daerah dalam kondisi sehat,namun jika berdasarkan nota pengantar KUA PPAS tahun 2020 walikota Pagaralam maka hal itu terbalik dari kondisi sebenarnya.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.