Alfrenzi Minta Program Internet Masuk Desa Dipercepat.

 

PALEMBANG – Diluncurkannya program Internet Desa (Ides) Gratis oleh Gubernur Sumsel, H. Herman Deru ditanggapi positif oleh berbagai kalangan. Menurut anggota DPRD Sumsel, H. Alfrenzi Panggarbesi, program internet desa tersebut diyakini akan membuat desa-desa di Sumsel akan jauh lebih maju. Mengingat masyarakat, terutama kalangan petani yang tinggal di pedesaan akan mudah dan cepat mengakses informasi yang dari mananpun.

“Bila program ini berjalan dengan sukses , saya yakin petani-petani di pedesaan akan lebih maju dan sejahtera. Mereka tidak hanya akan pintar, tetapi bisa kaya raya karena bisa jualan secara online. Karena itu harus dipercepat,’’ ujar Alfrenzi Panggarbesi kepada awak media, di ruang Komisi III DPRD Sumsel, Rabu (13/11).

Dikatakan Alfrenzi, program internet desa gratis yang digagas Gubernr Herman Deru itu merupakan sebuah sikap keberpihakan gubernur yang ingin membangun Sumsel dari pedesaan,dengan keyakinan bahwa jika pedesaan dibangun maka, roda ekonomi akan bergerak cepat.

“Program ini patut diapresiasi karena akan mendorong kemajuan pedesaan,’’ tegas Alfrenzi Panggarbesi.

Menurut politisi Partai Hanura ini, sebelumnya pembangunan yang dilakukan Pempov Sumsel lebih dititik beratkan ke perkotaan atau bersifat Palembang Centris,sehingga pedesaan kurang mendapakan perhatian dan sentuhan yang berarti.

“Jangankan internet desa, infrastruktur jalan dan pertanian di pedesaan tidak mendapat perhatian yang serius. Sudah saatnya gubernur sekarang memperhatikan pedesaan. Mari membangun Sumsel dari desa,’’ papar mantan wartawan senior ini.

Alfrenzi mengungkapkan program Internet Desa di Sumsel ini sudah sejalan dengan program nasional. Dimana sebelumnya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana membuka peluang bisnis dan kelancaran usaha tingkat pedesaan bagi masyarakat desa dengan meluncurkan program Internet Desa (Ides) di seluruh tahan air.

“ Dengan internet desa, petani bisa jualan online,’’ ujar pria yang akrab dipanggil Ojik ini.

Dia mengatakan, rencananya pada 2020 mendatang akan dibuka sebanyak 15.000 Ides di sejumlah desa yang berdasarkan survei berpeluang mengembangkan bisnis karena menjadi pusat keramaian dan punya arus pertukaran barang dan jasa yang tinggi/
Anggota dewan dari Dapil Sumsel 7 (Pagaralam, Lahat dan Empat Lawang) ini berharap agar Pemprov Sumsel dapat bersinergis dengan Pemkot dan Pemkab dan stake holder lainnya, seperti BUMN, BUMD dan BUMS yang ada di Sumsel agar program internet desa ini berjalan dengan cepat dan sukses. “ Pembinaan dan monitoring harus terus menerus dilakukan, sehinggadapat diketahui kendala dan kekurangan-kekurangannya,’’ ujarnya.

Seperti diketahui, Gubernur Sumsel, H .Herman Deru telah merealisasikan janji kampanye HD-MY dengan meluncurkan program internet desa gratis. Tahap awal, bantuan pemasangan internet gratis untuk 34 desa berkecepatan 5Mbps (Megabit per second) per hotspot.

“Dengan adanya internet, situasi desa bisa kita ketahui secara realtime. Serta sebagai usaha Provinsi Sumsel agar kabupaten/kota terbebas sinyal blankspot. Ini dapat membantu memperlancar bisnis dan aspek lainnya,” kata Herman Deru, usai me- Launching Internet Desa dan Web Desa, di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Senin (11/11).
Untuk tahap awal, jelas Herman Deru, kerja sama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dengan PT ICON+, KOMINFO RI dan PT PLN ini, baru merealisasikan untuk 34 desa prioritas. Selanjutnya baru memproses 107 desa.

“Selanjutnya kita memproses 107 desa dengan sistem Memorandum of Agreement (MoA), sambil berjalan menghilangkan blankspot. Butuh waktu bertahap untuk merealisasikan ke seluruh desa yang ada di kabupaten/kota,” jelas dia.

Herman Deru berharap, agar setiap pimpinan di desa turut membantu penambahan pendanaan. “Karena ini juga kan memberikan fasilitas untuk warga desanya. Program ini langsung dipandu oleh Kominfo agar tidak muncul aspek negatif,” sambung dia.

Mantan Bupati OKU Timur dua periode itu melanjutkan, program internet masuk desa ini tak lain agar desa di Sumsel cepat menerima informasi dan tidak tertinggal dari kota.

“Target konkretnya kita berharap tidak ada lagi pembatas, menghilangkan penerimaan batasan informasi. Supaya kabar baru langsung segera menyambung dan warga tidak perlu lagi jalan jauh untuk mengetahui sesuatu,” ujar dia.

Direktur Utama PT ICON+, Iwan Purwana menuturkan, keberadaan internet desa ini agar ada peningkatan pendidikan masyarakat, melalui kemudahan akses informasi dan distance learning.

“Kemudian pemberdayaan ekonomi masyarakat dan menciptakan komunitas digital di pedesaan. Selanjutnya solusi digital village yang menyinergikan pelayanan pemerintah desa, dengan masyarakat melalui teknologi informasi dan komunikasi,” tutur dia (13/11)

Iwan melanjutkan, jika masih ada area blankspot, pihaknya berusaha cepat mengoordinasikan sistem komunikasi GSM dan pengguna seluler. “Untuk di daerah blankspot, kita coba back up dengan penyedia lain,” ujar dia.

Kemudian untuk pengerjaan menyelesaikan titik blankspot, PT ICON+ segera mengejar penyelesaiannya. “Memang pada planning awal, semuanya selesai di 2022, kita coba dulu speedup agar diakhir tahun bisa selesai. Kami juga terbantu oleh jaringan PLN dengan bangunan fiber,” tandas dia.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.