PESONA PAGARALAM

700 Pendaki serbu Gunung Dempo

PAGARALAM ONLINE – Guna memupuk dan menumbuhkan jiwa nasionalisme ratusan pendaki melakukan upacara serta mengibarakan sangsaka merah putih di Puncang Gunung Dempo Kota Pagaralam. Para pendaki yang merayakan hari kemerdekan RI ke-71 itu, terdiri dari Mapala dan organisasi pencinta alam lainya yang datang tidak hanya dari Palembang, tapi juga datang dari luar Sumsel seperti Jambi, Bengkulu, Jakarta dan berbagai daerah lainya.

Salah seorang Dewan Pembina Komunitas 9 tim (K9) Palembang, Evan F, mengatakan bahwa upacara maupun pengibaran sangasa merah putih di puncak gunung tertinggi di Sumatera Selatan ini, memang merupakan agenda rutin yang dilakukan para penggiat dan aktivis alam bebas pada setiap periangatan Hut RI.

”Memang menjadi suatu kebanggan para penikmat dan pencinta alam untuk dapat mengibarakan bendara merah putih dipuncak gunung dempo ini,” katanya.

Menurutnya, para pendaki gunung yang merayakan HUT RI di puncak gunung Dempo ini jumlahnya mencapai ratusan orang dan berasal dari berbagai daerah, tidak hanya yang ada di Provinsi Sumsel, tapi juga datang dari Provinsi Bengkulu, Jambi dan pulau Jawa yang sudah mulai melakukan pendakian sejak sebelum tanggal 17 Agustus lalu.

Baca Juga  Hj Ida Fitriati Minta Para Pemenang BGP Jadi Brand Ambasador Pariwisata Pagaralam

”Apa yang dilakukan ini tidak hanya bertujuan menumbuhkan rasa cinta pada tanah air tapi juga merupakan ajang memperat hubungan silaturahmi sesama pencinta alam meski berasal dari berbagai daerah yang berbeda,” paparnya.

Sementara itu, ketua Forum Pecinta Alam Pagaralam (Forpa) Arindi, melalui kabag humas Forpa, M Akbar, mengungkapkan bahwa pihaknya mendata ada sekitar 700 orang yang berada di puncak dempo di tanggal 17 agustus ini yang lewat di pos pintu rimba yang dija oleh rombongan Forpa. Mereka datang tidak hanya dari kota Pagaralam tapi juga dari luar Pagaralam bahkan luar provinsi.

“Forpa Pagaralam menjaga pintu rimba untuk mendata dan memonitor para pendaki yang naik ke puncak Dempo,” tegasnya.

Baca Juga  FE Unsri Dan Bappeda Ungkap Tingkat Kepuasan Wisatawan Kekota Pagaralam Hanya 30 Persent Saja.

Pihaknya melarang keras para pendaki untuk membawa turun kayu panjang umur. “Kita banyak menyita kayu panjang umur dari para pencnta alam yang turun abis upacara di puncak Dempo,” tegasnya seraya mengatakan sejauh ini tidak ada kejadian apapun yang dapat membhayakan para pendaki di puncak Dempo.

Terpisah Kepala Pos Pemantau Gunung Api Dempo, Mulyadi, mengatakan saat ini aktivitas gunung api dempo tidak menunjukkan peningkatan yang berarti. Sehingga aktivitas pendakian saat ini masih bisa dilakukan dan memang sejak jauh-jauh hari sebelum 17 agustus sudah banyak pendaki yang mendaki gunung tertinggi di Sumsel.

“Aktivitas gunung Dempo normal tidak ada aktivitas yang berarti dan untuk status gunung api dempo masih aktif normal atau pada level I,” katanya

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close