25 Honorer K2 Pagaralam Berpotensi Diangkat Jadi ASN Non PNS,28 Lainnya Menunggu Nasib.

PAGARALAM ONLINE – Dalam audensi antara korp PGRI cabang Pagaralam dan forum honorer K2 kota Pagaralam dengan pihak pemkot Pagaralam yang terima langsung oleh walikota Pagaralam Alfian Maskoni didampingi wakil walikota M Fadly beserta Sekretaris Daerah dan kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) kota Pagaralam terungkap 28 honorer K2 teknis dan administrasi tak jelas nasibnya sementara 25 honorer K2 pendidik dan kesehatan berpotensi diangkat jadi ASN non PNS.

Dalam penjelasannya,Sekretaris Daerah (Sekda) kota Pagaralam, Drs Syafrudin Msi didampingi kepala BKSDM, Nyimas Lusi kepada utusan forum K2 dan korp PGRI kota Pagaralam bahwasanya pemerintah pusat merencanakan dalam waktu dekat ini mengangkat para honorer K2 utamanya berbasis tenaga pendidik dan kesehatan yang berumur lebih dari 35 tahun atau yang tak lulus seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil menjadi tenaga kontrak yang dibiayai oleh negara dan mendapat hak yang sama dengan PNS kecuali hak pensiun.

“Ada rencana pemerintah pusat menjadikan K2 menjadi pegawai kontrak tetap yang haknya sama dengan PNS namun hal ini kami masih menunggu petunjuk teknis pelaksanaan maupun dasar hukumnya dari pemerintah pusat yakni dari KemenPan RB dan BKN pusat,”jelas Drs Syafrudin kepada audens (24/09).

Lanjut Drs Syafrudin bahwa pembiayaan dalam bentuk gaji maupun hak-hak lainnya para honorer K2 yang akan diangkat menjadi ASN non PNS ini akan dibebankan kepada negara dimana gaji disetiap daerah di sesusiakan dengan upah minimum regional diwilayah masing-masing.

“Rencananya honorer K2 diangkat menjadi ASN non PNS dimana semuah haknya sama dengan PNS biasa namun gajinya disesuaikan dengan UMR didaerah masing-masing dan ditanggung oleh pemerintah pusat,”bebernya

Disinggung soal jumlah K2 yang akan diangkat menjadi ASN non PNS ini,Drs Syafrudin menjelaskan bahwa informasi yang mereka terima dari pemerintah pusat bahwa direncanakan tenaga kontrak ini akan tetap diprioritaskan dari tenaga pendidik dan tenaga kesehatan sementara honorer K2 tenaga teknis dan adminiatrasi,pihaknya belum bisa menjamin.

“Kalau data yang ada,jumlah honorer K2 kita ada 53 orang dimana sebanyak 23 orang yang berbasis tenaga pendidik dan kesehatan berpotensi diangkat jadi ASN non PNS ini walau tetap melalui jalur tes,namun sisa sebanyak 28 tenaga teknis atau administrasi itu yang masih menjadi pertanyaan karena kami tidak mendapat informasi atau petunjuk dari pusat soal mereka ini,”pungkasnya (24/09)

Related posts

Leave a Comment