Evaluasi Persiapan Ujian Baca Al-Quran tingkat SD

PagaralamOnline- Kegiatan evaluasi persiapan Ujian Baca Al-Quran Tingkat Sekolah Dasar (SD) KotaPagaralam dilaksanakan di Ruang Rapat Besemah I, hari Selasa (16/2) pukul 16:00 Wib.

Kegiatan evaluasi ini dihadiri Walikota Pagaralam dr Hj Ida Fitriati Basjuni, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pagaralam dr Marjohan M.Pd , Asisten II Pemerintah Kota Pagaralam Drs H Safran serta Kepala Sekolah dan Guru Agama Seluruh kota Pagaralam.

Walikota Pagaralam dr Hj Ida Fitriati Basjuni mengatakan evaluasi ini berguna untuk menjelaskan kepada seluruh Kepala Sekolah dan Guru Agama tentang peraturan Walikota No 3 tahun 2012 tentang tamat sekolah SD mampu membaca Al-Quran, Ida juga mengatakan Peraturan ini bukan memberatkan Kepala sekolah dan guru tetapi peraturan ini mendorong para guru serta mewujudkan visi dan misi Sekolah tentunya sekolah yang beragama Islam.

“Peraturan Walikota No 3 tahun 2012 ini bukan untuk memberatkan, tapi untuk mendorong para kepala sekolah dan guru untuk mewujudkan visi dan misi,” ujar Ida.

Evaluasi ini intinya agar para siswa bisa membaca alquran walaupun terbata bata dan menghapal ayat pendek sebanyak lima ayat dan mengajarkan para siswa untuk menjalankan sholat lima waktu dengan bacaan ayat pendek yang telah dihapalkan.

Asisten II Pemkot Pagaralam Drs H Safran juga menjelaskan pelaksanaan Ujian dimulai pada hari Jumat (24/3) sampai dengan hari kamis (30/3), dengan jumlah 2343 siswa dari 88 SD Negeri dan SD Swatsa yang ada di Kota Pagaralam.

“Pelaksanaan Ujian ini diikuti 2343 siswa dari 88 SD Negeri dan Swatsa di Kota Pagaralam,” ujar Safran.

Ujian baca alquran ini menggunakan empat sistem penilaian, yang pertama membaca Al-Quran lancar dengan benar, membaca Al-Quran lancar tapi kurang benar, ketiga dapat membaca Al-Quran tapi belum lancar, dan yang keempat belum bisa sama sekali membaca alquran. Untuk poin yang keempat bagi siswa yang belum dapat membaca Al-Quran akan diberi pembinaan khusus sampai dapat membaca Al-Quran.

“Ujian ini menggunakan empat sistem penilaian dan untuk siswa yang belum bisa membaca Al-Quran akan diberi pembinaan khusus agar dapat membaca Al-Quran.” pungkas Safran.

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.